oleh

DKI Minta Pemerintah Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 Jabodetabek

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut telah meminta pemerintah pusat mengambil alih kebijakan dan koordinasi untuk penanggulangan Covid-19 di Jakarta, Bogor, Depok Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria mengatakan permintaan itu dilandasi semakin tingginya okupasi tempat tidur rumah sakit di Jakarta.

“Pak Gubernur berkoordinasi dengan pemerintah pusat berharap nanti pemerintah pusat bisa mengambil alih, memimpin agar ada peningkatan fasilitas di sekitar Botabek. Sehingga ketersediaan dari fasilitas di Jakarta bisa terus meningkat tapi okupansinya turun,” kata Riza di Balai Kota, Selasa (19/1) malam.

banner 728x419

Riza mengatakan, dukungan pemerintah pusat terhadap fasilitas kesehatan di kota penyangga DKI perlu ditingkatkan, mengingat 30 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di DKI tidak ber-KTP Jakarta.

Baca Juga:  Kata Pribumi Jadi Polemik, Ini Pidato Lengkap Gubernur DKI Jakarta

“Mudah-mudahan pemerintah pusat bisa menambah dukungan terkait fasilitas kesehatan. Selama ini sudah ada sesungguhnya, kami harap ada peningkatan bagi daerah di Botabek,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria mengusulkan ada kriteria yang dibuat Dinas Kesehatan Jakarta bagi pasien Covid-19 non-DKI yang akan dirawat di rumah sakit di Jakarta. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sekitar 30 persen pasien Covid-19 bukan warga Jakarta.

Politikus Gerindra itu menjelaskan usulan itu mempertimbangkan kapasitas rumah sakit yang semakin penuh akibat lonjakan kasus Covid.

Baca Juga:  PSBB Gorontalo Mulai Berlaku, Pasar Ditutup dan Diganti Pasar Online

“Ya tidak pilih-pilih siapa orangnya, semua pasti bisa kena, kalau memang dia berada di wilayah Jakarta ketentuannya bantu saja kita berurusan dengan nyawa, tapi memang harus ada kriteria yang bisa diterapkan,” ujar Iman, Selasa (19/1).

Ia mencontohkan jika pasien memungkinkan bisa dibawa untuk dirujuk ke rumah sakit domisili pasien dan dijamin akan selama perjalanan, sebaiknya pasien bisa dipindah keluar dari rumah sakit di DKI.

“Umpama dia dari Bogor, atau dari mana tapi bukan dilepaskan, dibantu koordinasi,” ucapnya. (mer)

Komentar

Berita Lainnya