Djarot Kecewa dengan Pembakar Karangan Bunga

Djarot Kecewa dengan Pembakar Karangan Bunga

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, merasa kecewa dengan perilaku sejumlah orang yang diduga sebagai buruh pa

Spanduk Provokatif Masih Menyebar, Begini Kata Djarot
Karangan Bunga Disebut Pencitraan Murahan, Begini Kata Djarot
Diganggu Ormas, Djarot Melawan dengan Senyum

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, merasa kecewa dengan perilaku sejumlah orang yang diduga sebagai buruh pada aksi may day Senin (1/5) kemarin.

Kekecewaan Djarot itu lantaran mereka tega membakar puluhan karangan bunga yang diberikan masyarakat pada dirinya dan Gubernur Ahok di Balaikota DKI. Padahal, menurut Djarot, karangan bunga itu merupakan bentuk ungkapan hati para pendukungnya di Pilkada DKI lalu.

Baca juga  FSBN Tolak Ajakan Pemerintah Selenggarakan Panggung Hiburan May Day

“Saya bertanya ini maksudnya apa? Salahnya bunga itu apa pada mereka?,” kata Djarot di Lapangan Parkir Eks IRTI Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/5).

Djarot mempertanyakan alasan sejumlah orang yang membakar karangan bunga itu. Apakah disana tertulis ungkapan kebencian dan SARA yang menyinggung hati mereka atau tidak.

“Apakah ucapan-ucapan itu menyakiti hati mereka? Apakah ucapan-ucapan atau tulisan-tulisan itu mengandung unsur-unsur ujaran kebencian, unsur-unsur SARA? kan tidak ya,” tukasnya.

Baca juga  Lima Fakta Menarik di Balik Aksi May Day 2018

Oleh karena itu, mantan Walikota Blitar ini menilai, perilaku perusakan dan pembakaran karangan bunga itu jelas adalah sesuatu yang tidak terpuji dan memprihatinkan.

“Oleh sebab itu kalau menurut saya, ini tidak simpati, tidak baik, saya terus terang saja prihatin dengan kondisi (seperti ini),” ungkapnya. (ZA/trb)

COMMENTS

DISQUS: