oleh

Ditetapkan sebagai Teroris, Muslimah Yordania Ini Masuk DPO FBI

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Seorang muslimah asal Yordania, Ahlam Aref Ahmad al-Tamimi, ditetapkan sebagai teroris. Ia dituduh telah terlibat dalam aksi bom bunuh diri di tahun 2011 di sebuah restoran di Yerussalem.

Atas penetapannya tersebut, Tamimi pun masuk daftar pencarian orang (DPO) yang paling dicari oleh Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI).

banner 728x419

Seperti diketahui, aksi bom bunuh diri yang terjadi pada 9 Agustus 2001 di restoran Sbarro Pizza Yerussalem itu menewaskan setidaknya 15 orang, dan melukai 120 orang lainnya. Dan 2 orang di antaranya merupakan warga Amerika.

Sebelumnya, Tamimi diadili pada 2003 oleh pengadilan Israel dan divonis hukuman penjara 16 tahun dengan tuduhan bekerja sama melakukan serangan atas nama sayap militer gerakan Hamas Palestina. Dia yang menginstruksikan pengebom meledakkan bom yang tersembunyi di gitar restoran tersebut.

Baca Juga:  Ironis! Jamaah Haji Semakin Bertambah Banyak, Israel Semakin Berkuasa

Meski kasus ini sendiri sudah diajukan kembali secara tertutup pada 2013 silam, akan tetapi, Departeman Kehakiman AS baru mengumumkannya secara terbuka pada Selasa (14/3/2017) waktu setempat.

Tamimi, yang juga merupakan jurnalis di sebuah stasiun televisi di Tepi Barat, menurut Departemen Kehakiman AS, bersekongkol untuk menggunakan senjata pemusnah massal di luar AS terhadap warga negara AS. Sementara itu, Kepala Divisi Keamanan Nasional Departemen Keadilan Mary McCord menuding Tamimi sebagai teroris yang tak pernah menyesal.

Baca Juga:  70 Tahun Israel, 70 Tahun Hari Nakba (Bencana)

“Tuduhan diumumkan hari ini berfungsi sebagai pengingat bahwa ketika teroris menargetkan warga Amerika di mana saja di dunia, kami tidak akan pernah lupa. Dan kami akan terus berusaha untuk memastikan bahwa mereka bertanggung jawab,” terang McCord, Rabu (15/3/2017).

Andaikata Tamimi akan diadili di Amerika, bagi McCord, kemungkinan besar ia akan diganjar penjara seumur hidup. Dan seperti diketahui, ini merupakan kali pertama pemerintah AS melakukan tindakan ekstradisi dan mengadili seseorang yang terlibat dalam serangan Palestina terhadap pendudukan Israel. (ms)

Komentar

Berita Lainnya