oleh

Di Tengah Corona Pelabuhan Bajoe Tak Ditutup, Fahri Rusli Minta Pemda Bone Segera Ambil Sikap

banner-300x250

BONE, SUARADEWAN.com — Di sejumlah tempat Pemerintah Daerah (Pemda) melakukan pembatasan bahkan sampai menutup sementara arus balik penumpang. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengurangi penyebaran wabah Virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Namun hal tersebut berbeda dengan apa yang terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Bajoe-Kabupaten Bone, aktivitas pelabuhan tetap berjalan seperti biasanya.

Menanggapi hal tersebut, Fahri Rusli Tokoh Pemuda Bajoe yang juga Anggota DPRD Kabupaten Bone menyatakan kekhawatirannya. Menurutnya, pemerintah harusnya segera mengambil sikap sebagai bentuk keseriusan pencegahan penyebaran covid-19.

“Sampai hari ini hampir semua pintu keluar masuk perbatasan yang ada di Bone belum ada pos pemeriksaan dan yang sangat memprihatinkan terkhusus di Pelabuhan Bajoe yang merupakan pintu keluar masuknya warga antar wilayah sama sekali tidak ada posko,” kata Fahri Rusli kepada SUARADEWAN.com dalam rilis tertulisnya.

Baca juga  Antisipasi Covid-19, Fahri Rusli Ingatkan Satgas Untuk Segera Batasi Akses Keluar Masuk di Perbatasan Bone

Fahri juga mengatakan, Pelabuhan Bajoe harusnya menjadi perhatian besar Pemda Bone mengingat daerah tersebut merupakan pintu masuk warga dari Provinsi Sulawesi Tenggara, terlebih lagi Sultra baru saja ditetapkan sebagai Red Zone (zona merah) oleh pemerintah pusat.

“Pelabuhan Bajoe adalah tempat yang paling rawan dan rentan, sudah ada korban meninggal dunia dengan status PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid-19 di Kolaka kemarin,” ujarnya.

Dirinya pun mengharapkan Pemda Bone agar segera melakukan sikap dan tindakan tegas kalau diperlukan Pemda Bone harusnya pembatasan kalau diperlakukan tutup sementara aktivitas penyeberangan penumpang.

Baca juga  Cegah Infeksi Corona di Lapas, Pemerintah Bebaskan 30 Ribu Napi dan Anak

“Kalau untuk logistik silahkan saja itu tidak ada masalah, tapi untuk penumpang saya harap segera dibatasi kalau perlu ditutup untuk aktivitas penyeberangan penumpang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Bone Muhammad Asgar mengatakan, bahwa penutupan sementara arus balik penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Bajoe ke Pelabuhan Kolaka, maupun sebaliknya belum bisa terlaksana.

Hal tersebut dikarenakan Pemerintah Kabupaten Bone maupun Pemerintah Kabupaten Kolaka belum menyampaikan permintaan perihal penutupan sementara khusus arus balik penumpang tersebut. (YMA)

Komentar