oleh

Diserang Lalat dan Diare, Warga Parippung Mengadu ke DPRD Bone

BONE, SUARADEWAN.com — Sejumlah perwakilan masyarakat yang berasal dari Desa Parippung, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulsel mendatangi kantor DPRD Bone, Senin (9/3/2020).

Rijal koordinator warga saat ditemui di lokasi penerimaan aspirasi mengatakan, kedatangan mereka ke Gedung Perwakilan Rakyat Bone ini tak lain untuk menyampaikan surat petisi yang berisi keberatan para warga di Dusun I Desa Parippung dengan keberadaan peternakan ayam yang berlokasi tak jauh dari pemukiman warga.

banner 1280x904

“Kedatangan kami ingin menyampaikan keluhann para warga terkait serangan lalat yang beberapa waktu belakangan ini sudah sangat menganggu aktivitas warga” katanya.

Dirinya menambahkan, besar dugaan faktor penyebab banyaknya lalat diakibatkan beberapa kandang ayam Broiler (ayam potong) berlokasi disekitar pemukiman warga.

Baca juga  Anggota DPRD Bone Naik Meja Saat Rapat: Kurang Ajar Semua Ini, Yang Mulai Siapa?!!

“Kita menduga keberadaan peternakan ayam ini menyalahi aturan pendirian kandang karena jaraknya hanya kurang lebih 200 meter dari pemukiman,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rijal aroma busuk dari areal peternakan terus tercium hingga beberapa warga mulai terserang penyakit.

“Busuk sekali baunya, sudah beberapa warga mengalami sakit perut dan terserang diare,” ketusnya.

Sementara itu, Indra Jaya Wakil Ketua III DPRD Bone yang langsung menerima aspirasi masyarakat menyampaikan keprihatinannya terhadap apa yang menimpa warga di Desa Parippung.

Baca juga  Antisipasi Covid-19, Fahri Rusli Ingatkan Satgas Untuk Segera Batasi Akses Keluar Masuk di Perbatasan Bone

“Kita sangat prihatin dengan kondisi warga yang diserang lalat, terlebih lagi sudah ada yang terserang diare, seharusnya masalah ini bisa diatasi oleh pemerintah setempat,” ucap Indra Jaya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil pihak peternak serta pihak terkait dalam rangka memediasi sekaligus mencari solusi dari persoalan yang dihadapi warga.

“Kita akan segera melakukan mediasi dengan memanggil semua pihak yang terkait dalam hal ini peternak dan warga, hingga persoalan ini dapat diselesaikan,” imbuhnya. (YMA)

Komentar