oleh

Direktur Hubungan Lembaga LEPPAMI Angkat Bicara Soal Ketum PB HMI

Hussein Ahmad SH, Direktur Bidang Hubungan Lembaga Leppami,sebelah kanan baju koko bertopiah

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Foto Ketua Umum PB HMI Moelyadi P Tamsir yang mengenakan kaos bertulisan salah satu pasangan calon peserta Pilkada DKI Jakarta menuai banyak kritik. Hussein Ahmad SH, Direktur Bidang Hubungan Lembaga, Badan Koordinasi Nasional Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (LEPPAMI), menyatakan Ketua Umum telah menimbulkan kesan negative dan oleh karena itu merugikan organisasi HMI.

Sebelumnya Ketua Umum PB HMI terlihat mengenakan kaos bertuliskan salah satu pasangan calon Pilkada DKI Jakarata saat sedang mengikuti jalan sehat yang diselenggarakan oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Jakarta Minggu kemarin. (5/3/2017).

banner 728x419

Tindakan Moelyadi dianggap telah melanggar AD/ART HMI terkait independesi karena dinilai telah memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon Pilkada DKI Jakarta. Selain itu Moelyadi dinilai telah merugikan HMI dengan memberikan kesan buruk pada masyarakat.

“Kami menyayangkan tindakan saudara Moelyadi yang mengenakan kaos berlogo salah satu paslon Pilkada DKI. Sebab dalam diri Ketua Umum itu melekat tugas dan tanggungjawab serta simbol organisasi. Tindakan ketua umum akan dianggap tindakan organisasi oleh masayrakat. Dan karena HMI adalah organisasi yang independen, seorang Ketua Umum tindak tanduknya haruslah mencerminkan independesi, tidak boleh mencerminkan mengikuti apalagi mendukung kegiatan politik praktis manapun,” tegas Hussein.

Hussein menegaskan bahwa didalam AD/ART HMI tegas mengatur bahwa HMI merupakan organisasi yang Independen. Bukan merupakan underbow Partai Politik dan tidak boleh mengikuti kegiatan politk praktis.

“Hal ini (pemakaian kaos tersebut) patut untuk disangkakan telah melanggar AD/ART HMI yaitu HMI bukanlah organisasi politik praktis apalagi underbow Partai Politik, tindakan ketua umum memakai kaos itu jelas merupakan politik praktis. Meskipun Ketum sudah memberikan klarifikasi tetap saja kejadian ini dapat menimbulkan kesan HMI secara organisasi ikut-ikutan politik praktis”. Tegasnya.

Lebih Lanjut Kader yang bertanggung jawab terhadap hubungan lembaga Bakornas Leppami dengan lembaga diluar HMI ini mengatakan tindakan Moelyadi dapat merugikan organisasi karena akibat tindakan Moelyadi telah memberikan kesan HMI tidak tidak independen lagi,

“Tindakan Saudara Moelyadi tidak hanya dapat menimbulkan citra negatif bagi organisasi namun juga dapat memberikan kerugian bagi kerja-kerja kami, tindakan Moelyadi ditakutkan dapat menghambat berbagai kerja sama yang akan dilakukan oleh Leppami maupun lembaga lain di HMI dengan berbagai Stakeholder baik itu pemerintah maupun swasta lantaran menganggap HMI tidak independen,” tandasnya. (aw)

Komentar

Berita Lainnya