Diplomat Cantik “Hajar” 6 Pemimpin Negara

Diplomat Cantik “Hajar” 6 Pemimpin Negara

Pengunjung Ancam Petugas Medis Dengan Parang dan Panah, RSUD Papua Terbitkan Aturan Ketat
Program Polisi Pi Ajar Sekolah, Pengabdian Polisi Jadi Guru SD dan TK
Presiden Dorong Percepatan Pengesahan RUU Masyarakat Adat

SUARADEWAN.com – Diplomat cantik dan muda asal Indonesia baru-baru ini ramai diperbincangkan di media international. Hal tersebut lantaran Diplomat muda lulusan Sekolah Departemen Luar Negeri dan Hubungan International FISIP UI itu membalas dengan keras pidato dari 6 pemimpin Negara yang membicarakan kemerdekaan Papua.

Pemimpin enam Negara di Pasifik yang terdiri atas Presiden Nauru, Presiden Kepulauan Marshall, PM Vanuatu, Kepulauan Solomon, Tuvalu dan Tonga itu menyerukan kemerdekaan Papua karena Indonesia telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia di Provinsi dan Papua Barat.

Gadis cantik yang diketahui bernama Nara Masista Rakhmatia (34) yang diutus sebagai juru bicara Kementerian Luar Negeri  kemudian menampar keras pernyataan pemimpin-pemimpin Negara ini. Ia mengatakan bahwa Negara-negara ini tidak mengerti persoalan Papua dan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.

“Para pemimpin negara tersebut telah melanggar piagam PBB dengan mengintervensi kedaulatan negara lain,” jelas Nara di Sidang Forum PBB ke 71, New York (27/9).

Nara juga mengatakan bahwa kepala Negara ini jelas sengaja mendesain isu kelompok separatis dan tidak aman di Papua.  Papua saat ini memang tengah diisukan untuk diambil alih Negara-negara International dalam hal persoalan HAM, namun Indonesia juga tidak pernah diam, Indonesia terus berusaha menciptakan keamanan, kesejahteraan dan kualitas hidup di Papua.

“Itu jelas mencerminkan ketidakpahaman mereka terhadap sejarah”, tegas Nara

Sebagaimana diketahui, gadis cantik asal Jakarta pemilik nama Nara Masista Rakhmatia ini merupakan diplomat muda di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika. Kemenlu lalu menunjuk Nara, yang berkuliah magister di Universitas St Andrews Inggris, menjadi juru bicara Indonesia di Forum PBB. (aw)

COMMENTS