oleh

Diplomasi Jokowi-Turnbull

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Tepat pukul 06.57 waktu Australia, Sabtu (25/2/2017), pesawat Kepresidenan RI mendarat di Bandara Kingford-Smith Sydney Airport. Ini merupakan kunjungan kembali dari Presiden RI Joko Widodo setelah sebelumnya menginjakkan kaki di Negeri Kangguru ini pada tahun 2014 silam.

Jika sebelumnya Jokowi berkunjung untuk mengikuti KTT G-20 di Brisbane 2014, kunjungannya kali ini lebih merupakan kunjungan balasan setelah Perdana Menteri Malcolm Turnbull bertolak ke Jakarta tahun 2015.

banner 728x419

Turnbull seolah menjadi oase setelah hubungan kedua negara ini sempat tegang di bawah kepemimpinan mantan Perdana Menteri Tony Abbott.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi akan berada selama dua hari di Sydney dan melakukan beberapa kegiatan, termasuk berkomunikasi secara langsung dengan warga Indonesia yang bermukim di sana. Salah satu fokus dari kunjungan Presiden RI ke Australia ini, yakni mendorong realisasi kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Australia, Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IACEPA).

Diplomasi Jalan Pagi

Minggu, 26 Februari 2017, Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Malcolm Turnbull tampak memanfaatkan udara pagi di Sydney, Australia untuk melakukan jalan pagi bersama sebelum agenda resmi dilangsungkan. Sebagaimana diberitakan melalui siaran pers resmi Istana, kedua pemimpin negara ini berjalan santai di Royal Botanic Garden pukul 07.30 waktu setempat.

Memang, “diplomasi jalan pagi” ini di luar dari agenda resmi kenegaraan. Karenanya, seperti tampak di lokasi, mereka berdua mengenakan busana santai. Hanya mengenakan kemeja biasa.

Selama kurang lebih 30 menit mengelilingi taman berlatar Opera House Sydney dan Harbour Bridge, mereka sesekali terlihat berinteraksi dengan warga setempat yang juga melakukan olahraga di hari Minggu pagi itu. Bahkan, PM Turnbull, ketika berpapasan dengan warga sekitar, tampak selalu memperkenalkan kepada warganya bahwa ia tengah berjalan santai bersama pemimpin Republik Indonesia Joko Widodo.

Jalan pagi pun berlangsung intim. Pengamanan yang tidak begitu ketat membuat warga bebas melintas seolah tak ada kepala negara yang hadir di sana.

Diterangkan dalam pers resmi Istana, diplomasi jalan pagi ini bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk meningkatkan hubungan antar kedua negara agar semakin baik di masa yang akan datang.

Next

Next

Komentar

Berita Lainnya