oleh

Dinilai Lamban, FP2KP Minta Satgas Covid-19 Bombana Evaluasi Diri

BOMBANA, SUARADEWAN.com — Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid 19 Bombana dinilai Lamban dalam menangani Pendemi Covid 19 di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Forum Pemuda Pengontrol Kebijakan Pemerintah (FP2KP) Kabupaten Bombana minta Tim Satgas untuk Evaluasi Diri.

“Kami meminta tim satgas Covid 19 Bombana untuk melakukan Evaluasi terkait Efektivitas kinerjanya di kabupaten bombana dan menunjukan Keseriusan dalam menangani Covid 19 di Kabupaten Bombana,” kata Deden Syah, Koordinator Forum Pemuda Pengontrol Kebijakan Pemerintah (FP2KP) Kabupaten Bombana, (14/5).

banner 1280x904

Menurut Deden kelambanan itu dimulai ketika tim satgas tidak segera bergerak cepat setelah dikabarkan Kasus Positif Kabupaten Bombana Meningkat Signifikan Menjadi 65 Kasus dan Klaster terbanyak dari penumpang Kapal KM. Dorolonda 59 Orang yang terjangkit.

Di Kabupaten Bombana sendiri, Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya menjadi wilayah terbanyak yang tersandung kasus positif Korona di Kabupaten Bombana yaitu 33 Orang dari 65 Kasus yang ada.

Baca juga  Pelabuhan Senilai 6,5 Miliar di Bombana Roboh Sebelum Terpakai, Kompak: Usut Tuntas!

“Saya melihat tindakan Pencegahan yang dilakukan oleh satgas Covid 19 Kabupaten Bombana sangat Lambat. Hal itu terjadi terlambatnya dilakukan tindakan Rapid test terhadap Penumpang Kapal KM. Dorolonda dari Maluku,” tambah Deden yang juga Mantan Ketua MPM UHO.

Sebagai informasi Kapal KM Dorolonda yang dimaksud tiba di Bau-Bau pada tanggal 7 April pukul 05.00 Wita, Kemudian diangkut Kapal KM. Armada Indah dari Bau-Bau menuju Masaloka tiba pada tanggal 7 April Pukul 20.00 Wita.

Sementara Rapid test dilakukan Pada tanggal 23 April 2019 di Kecamatan Masaloka Raya dimana Para Penumpang Kapal KM. Dorolonda tersebut di Rapid pasca Menjalani karantina selama 14 Hari tanpa adanya Gejala Sama sekali hingga membuat Para penumpang tersebut rentan melakukan Kontak Kepada Masyarakat Kecamatan Masaloka Raya.

Baca juga  Bombana Swab Test Massal, Ini Penjelasan Sembuh dari Covid-19

“Seharusnya Rapid test dilakukan sebelum masa karantina berakhir karena di masa Karantina para penumpang KM. Dorolonda belum melakukan Kontak terhadap masyarakat. Tapi kok ini di rapid pada saat hari Karantina berakhir yaitu hari Ke-16,” sesal Deden.

Deden juga mengkristisi Kebijakan yang berstandar ganda oleh Pemkab dan tim satgas Kab. bombana sebab tidak memberi izin dipulangkannya Mahasiswa yang ada di luar Kabupaten Bombana namun mengizinkan PT. Jhonlin beroperasi di Kabupaten Bombana tanpa dilakukannya test Swab terhadap 51 Orang Pekerja PT. Jhonli dan 21 Orang Awak Kapal.

“Ini menunjukan Ketidak-seriusan tim Satgas Bombana dalam Menangani Covid 19 di Kabupaten Bombana.” tutup Deden. (asb)

Komentar