Dilantik Jadi Angota DPRD Provinsi Riau, Pasutri Beda Partai Ini Tetap ProfesionalPasutri Agung-Sulastri (Chaidir/detikcom)

Dilantik Jadi Angota DPRD Provinsi Riau, Pasutri Beda Partai Ini Tetap Profesional

Putri Pariwisata Indonesia 2010 Asal Maluku Utara Daftar Caleg di Perindo
Dewan Pers: Wartawan yang Jadi Timses atau Caleg Harus Mundur
Jurnalis Pelempar Sepatu ke Mantan Presiden Bush, Maju Caleg DPR Irak

PEKANBARU, SUARADEWAN.com – Dari 65 Anggota DPRD Provinsi Riau terpilih yang dilantik, ada sepasang suami istri yang mendapat amanah sebagai wakil rakyat pada periode 2019-2024. Keduanya adalah Agung Nugroho dan Sulastri.

Agung Nugroho merupakan anggota Dewan dari Partai Demokrat daerah pemilihan Kota Pekanbaru, sedangkan istrinya, Sulastri, dari Partai Golkar daerah pemilihan Kabupaten Indragiri Hilir.

Agung Nugroho mengatakan, meskipun keduanya berstatus suami-istri, saat bertugas sebagai wakil rakyat, mereka akan tetap menjunjung profesionalisme.

“Tentunya kita punya tanggung jawab masing-masing bagi daerah pemilihan kita masing-masing dan akan bekerja secara profesional membela rakyat,” ujar Agung Nugroho sebagaimana dilansir Antara, Jumat (6/9/2019).

Baca juga  Banyak Artis Nyaleg, LIPI: Kapabilitas Mereka Kurang Mumpuni Jadi Anggota Dewan

Diketahui, Agung Nugroho dan Sulastri merupakan caleg dengan perolehan suara tertinggi. Agung meraih 27.800 suara tertinggi dari caleg terpilih lainnya di Pekanbaru. Sedangkan Sulastri berhasil mengumpulkan suara 21.554 dan menjadi suara perempuan tertinggi se-Riau.

Suara tertinggi yang diraih keduanya, menurut Agung, menunjukkan besar harapan masyarakat kepada mereka. Karena itu, harapan masyarakat tersebut harus betul-betul dijalankan dengan baik.

“Alhamdulillah saya dan istri dipercaya dengan perolehan suara yang tinggi dari masyarakat,” ujarnya.

Baca juga  Fenomena Caleg Artis dan Transfer Politisi

Meski berbeda partai dengan sang istri, menurut Agung, hal itu tidak akan menjadi perbedaan dan halangan bagi mereka. Yang jelas, tujuan menjadi wakil rakyat sendiri karena ingin mewakili rakyat dalam memperjuangkan aspirasinya.

“Maksud dan tujuan partai itu kan sama untuk membela kepentingan rakyat, jadi kami sama-sama perjuangkan rakyat meskipun beda perahu,” jelas Agung.

Menurutnya, janji terhadap masyarakat saat kampanye lalu lebih menjadi prioritas untuk diwujudkan setelah dilantik. (det)