oleh

Diganti Sebelum Habis Masa Pensiun dan Merdekanya Gatot Usai Jabat Panglima TNI

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo, yang akan memasuki masa pensiun pada 1 April 2018. Artinya, Gatot memiliki waktu sekitar 4 bulan sebelum masa pensiunannya habis.

Namun, Jenderal Gatot secara resmi diberhentian secara hormat sebagai Panglima TNI. Hal ini berdasarkan surat Keputusan Presiden Nomor 83 TNI tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima TNI.

banner 1280x904

Lantas, apa kata Gatot saar ditanya terkait ditinya yang diberhentikan lebih cepat sebelum masa pensiun?

“Kita jangan meihat akhirnya, tapi seharusnya tanya dong berapa lama saya menjabat. Saya menjabat dua tahun lebih. jadi ya sudah sewajarnya,” kata Gatot di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Mantan KSAD itu pun memandang positif pergantian jabatan tersebut. Dia menilai pergantian Panglima TNI di akhir tahun 2017 ini sebagai persiapan untuk menyongsong tahun politik. Diketahui, dalam tahun 2018 akan ada Pilkada Serentak dan tahun 2019 akan diselenggarakan Pilpres.

“Kita berpikiran positif pada pemerintah, bahwa tahun depan adalah tahun politik. Kalau Pak Hadi sertijab dengan saya sekarang ini, masih bisa konsolidasi dengan situasi perkembangan sehingga semuanya berjalan lancar. Begitu saja,” ucap Gatot.

Baca juga  Anies Cukup Populer, Namun Dia Tak Punya Kendaraan Politik

Meskipun tidak lagi menjabat sebagai Panglima TNI, Gatot mengaku dirinya kini adalah perwira tinggi (Pati) Mabes TNI. Sambil bergurau, Gatot mengatakan bahwa Marsekal Hadi menjadi atasannya.

“Pak Hadi sekarang adalah atasan saya. Karena sejak disampaikan dalam keputusan presiden, sejak ditandatangani surat ini, maka secara resmi de facto dan de jure adalah Pak Hadi,” ucap Jenderal Gatot.

Baca juga:

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo disaksikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menandatangani dokumen saat serah terima jabatan Panglima TNI di Mabes TNI Cilangkap, Sabtu (9/12). Gatot resmi mengakhiri jabatannya sebagai Panglima TNI.

Perasaan Merdeka

Mata Gatot terlihat berkaca-kaca saat menyalami satu persatu jenderal TNI yang hadir dalam acara serah terima jabatan (sertijab) di Mabes TNI.

Gatot mengaku memiliki perasaan berbeda setelah tak lagi memangku jabatan tertinggi di militer.

“Merdeka!” ujar Gatot terkait perasaannya saat ini.

Menurut Gatot, menjadi Panglima TNI tidaklah mudah.

“Semua beban sudah lepas semuanya, iya kan. Mungkin rekan-rekan tidak merasakan, bagaimana kita diberi amanah untuk memimpin 400 ribu prajurit yang tersebar di mana-mana, ini bukan suatu hal yang mudah,” kata dia.

Baca juga  Demi Pilkada DKI Jakarta, Panglima TNI Siap Pasang Badan

Namun, Gatot bersyukur bisa melewati masa-masa tersebut. Terlebih, kini jabatan tertinggi diambil alih oleh Hadi Tjahjanto yang dia nilai mampu melanjutkan tugasnya.

“Saya bersyukur ini sudah bisa selesai semuanya, dan sudah saya serahkan kepada Pak Hadi, dan yang saya serahkan berdasarkan pengalaman tadi 36 tahun saya mengamati, Pak Hadi pasti mampu,” Gatot Nurmantyo memaparkan.

Setelah tongkat komando beralih ke Marsekal Hadi Tjahjanto, Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku akan ziarah ke makam kedua orangtuanya. Setelah itu, dia akan umrah.

“Hari ini saya lanjutkan kegiatan, kemudian besok saya akan ziarah ke kedua orangtua saya dan mertua saya, kemudian lusa saya akan berangkat umrah,” ujar Gatot usai sertijab

Selain itu, Gatot juga akan bersilaturahmi dengan pimpinan TNI di negara-negara lainnya. Sebelum silaturahmi, Gatot mengaku akan meminta izin terlebih dahulu kepada Hadi Tjahjanto.

“Ke sana bukan sebagai Panglima TNI, tapi sebagai Jenderal Gatot Nurmantyo. Mengunjungi sahabat-sahabat saya untuk memohon maaf karena tidak sempat berpamitan secara pribadi,” kata dia.

Gatot Nurmantyo menyampaikan, masih ada beberapa pekerjaan yang belum dia selesaikan, yakni menunggu kedatangan pesawat tempur dan kapal selam. (LIP)

Komentar