oleh

Diduga, Musda KNPI Halut ada Intervensi Kepentingan

HALUT, SUARADEWAN.com – Musyawarah Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (Musda KNPI) Halmahera Utara pada 16-17 Desember 2017 di Gedung Serbaguna Tobelo Marahai diduga ada intervensi kepentingan Ketua DPD KNPI Maluku Utara Thamrin A. Ibrahim.

Diduga, intervensi tersebut untuk memenangkan salah satu calon yang juga bekerja di salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dipimpin Thambrin.

banner 728x419

Akibat dari itu, Julyarti Warye, Bendahara Panitia sempat meminta pertanggungjawaban di hadapan Fadli yang sementara memimpin rapat sidang untuk mengganti uang pribadi Julyarti yang dipakai untuk jalannya Musda.

Julyarti mengatakan, kerja-kerja panitia di Halut diambil pengurus DPD KNPI Malut. Hal itu, menurutnya sudah diseting. “Ternyata sudah ada setingan dari Provinsi. Kita panitia dipermainkan,” ungkap Juliarti, Minggu, (17/12/2017).

Selain itu, melalui akun facebook Panitia Musda juga memposting temuan yang diduga percakapan Thambrin untuk menyiapkan salah satu calon dari LSM.

Baca Juga:  Jumlah Positif Covid-19 Terus Meningkat, KNPI Bombana Minta Bupati Buat Trik Baru

Sebelumnya, Panitia melihat kondisi Musda yang dipimpin Fadli, Korda KNPI Halut tidak lagi netral. Beberapa OKP yang hadir pun turut meminta agar proses Musda ditunda sampai besok, Senin (18/17/2017), hingga terjadi perdebatan, nyaris adu jotos antar peserta namun, Fadli selaku pemimpin sidang tetap menjalankan proses Musda meskipun seluruh Panitia sudah mengundurkan diri hingga puluhan peserta walk out.

Runo Kusame, Ketua Sapma Pemuda Pancasila Halut mengatakan, sebelumnya ia berharap Musda tersebut bisa netral hingga mampu menyatukan dua kubu KNPI yang ada di Halut.

Namun, setelah proses berjalan, menurutnya, Musda tersebut telah dipolitisir, tidak sesuai mekanisme. Mereka, Pemuda Pancasila pun memilih keluar.

“Karena (Musda) ada setingan DPD satu, Musda telah dipolitisir, tidak sesuai mekanisme, data sudah ada, ini adalah sebuah rekayasa, saya meminta transparansi dari ketua DPD I menjelaskan Musda yang ada di Halut. BPK seharusnya dilantik dulu baru melakukan Musda,” katanya.

Baca Juga:  Jadi Bandar Sabu, Ketua KNPI Kota Bekasi Ditangkap

Akibat dari itu, ia juga menyatakan sudah berkomunikasi dengan KNPI Halut versi yang lain, meskipun belum menyatakan sikap untuk bergabung.

“Musda KNPI Halut saat ini 90 persen sudah ada unsur politik olehnya itu, sekira 32 peserta Musda pun tidak menerima dan keluar dari Musda,” tambahnya.

Di lain sisi, meskipun Panitia Musda sudah mundur, Fadli dan satu calon ketua KNPI Halut dengan pesertanya tetap menjalankan proses Musda.

Hingga akhirnya Takdir Barakati, yang juga bekerja di salah satu LSM yang dipimpin Thamrin A Ibrahim, Ketua DPD KNPI Malut itu terpilih. (aw)

Komentar

Berita Lainnya