oleh

Didakwa Terima Suap, Patrialis Akbar Marah-Marah

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Patrialis Akbar tampak marah-marah saat Jaksa Penuntut Umum mendakwa dirinya selaku pihak penerima suap dalam kasus korupsi penanganan perkara uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Bagi mantan Hakim Konstitusi (MK) ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah berlaku tidak adil, yang itu ditunjukkan saat KPK menggelar konferensi pers pasca dirinya ditangkap.

“Konferensi pers yang dilakukan oleh pimpinan KPK tidak fair buat saya. Mereka mengatakan saya ditangkap bersama seorang wanita beserta barang bukti,” ujar Patrialis di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2017).

Baca juga  Imparsial: MK Butuh Hakim Pendobrak

Lagipula, lanjut Patrialis, KPK sampai hari belum menunjukkan barang bukti yang dimaksud.

“Makanya saya bilang tadi sampai detik ini iya kan Anda sudah dengar pernah tidak KPK memperlihatkan barang bukti sebagaimana biasanya, tidak ada kan. Makanya persidangan ini yang harus meng-clear-kan,” lanjutnya.

“Itulah makanya saya bilang apa yang saya sampaikan pada waktu saya ditangkap pertama kali. (Penerimaan uang bagaimana pak?) Saya bilang jangankan 70 ribu dolar, satu sen pun  tidak pernah Basuki dan Feni memberikan uang, apalagi 70 ribu, apalagi 2 miliar, itu namanya mimpi,” sambungnya.

Baca juga  Ini Klarifikasi KPK Terkait Pertemuan Patrialis dengan Tersangka Lain

Ia pun meminta kepada Majelis Hakim untuk mencacat keberatan dirinya ini untuk kemudian dijadikan sebagai bahan pertimbangan pada putusan selanjutnya.

Sebelumnya, JPU KPK sudah mendakwa Patrialis menerima suap dari pengusah impor daging Basuki Hariman.

“Suap tersebut diduga diberikan untuk memengaruhi putusan uj materi atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi,” terang Jaksa KPK, Lie Setyawan. (ms/kb/li)

Komentar