Dicibir Melakukan Pencitraan, Jokowi: Ini Banyak Orang yang Lupa

Dicibir Melakukan Pencitraan, Jokowi: Ini Banyak Orang yang Lupa

Pengamat: Capres Tunggal Tidak Masuk Akal dan Bunuh Demokrasi
Resolusi Jogja: Tanggapan Presidium Alumni 212 atas Pertemuan GNPF-MUI dan Presiden Jokowi
Pendiri Partai Desak Amien Rais Mundur dari Ketua Dewan Kehormatan, Pengurus PAN Cuek

SOLO, SUARADEWAN.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapat cibiran dari berbagai tokoh-tokoh oposisi seperti Amien Rais dan Probowo Subianto cs dalam aksi Bela Rohingya di Monas, Sabtu (16/09) kemarin.

Menanggapi hal tersebut, mantan walikota Solo ini yang hadir dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Majlis Tafsir Al Quran III di Solo, menegaskan bahwa pemerintahannya tidak pernah berdiam diri terhadap persoalan-persoalan umat Muslim di berbagai negara.

“Kita juga tidak pernah berdiam diri terhadap persoalan-persoalan yang terjadi umat Muslim yang terjadi di negara-negara Muslim, karena kita memegang teguh amanat konstitusi bahwa kita wajib memelihara ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” ucap Presiden Jokowi di Stadion Manahan Solo, Minggu (17/09/2017).

Baca juga  Euis F. Fatayaty: Pak Amien Rais itu Punya Data dan Fakta, Bukan Asbun!!

Baca juga: Aksi Bela Rohingya, Prabowo Subianto : Bantuan Pemerintah Hanya Pencitraan

Hal tersebut juga disampaikan presiden persoalan politik dunia Islam terlebih status kemerdekaan berbagai negara di Timur Tengah. Misalnya, Palestina yang pada prinsipnya memang belum merdeka, sehingga Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia turut serta mendorong kemerdekaan negara tersebut dalam pertemuan-pertemuan pemimpin dunia.

“Karena memang faktanya sampai saat ini Palestina juga memang belum merdeka, Suriah, Irak, Yaman, Libya, masih dihantui perang dan konflik serta Afghanistan yang belum sepenuhnya pulih. Kita berkewajiban berkontribusi, ikut memberikan solusi mewujudkan perdamaian dunia, memberikan solusi untuk kepentingan umat Islam di dunia,” kata Presiden.

Baca juga  Dituding SBY, Istana Bantah Beri Grasi Politis untuk Antasari

Presiden mencontohkan pada 2016 Indonesia membuka kedutaan besar kehormatan di Ramallah, Palestina, dan atas permintaan Presiden Palestina Mahmoud Abbas menggelar konferensi tingkat tinggi luar biasa mengenai Palestina Al-Quds Al-Sharif di Jakarta 2016.

“Ini orang banyak yang lupa, ini kegiatan-kegiatan kita sesama negara penduduk Muslim,” katanya. (aw/an)

COMMENTS