oleh

Dibantu Petugas Lapas, Para Napi Korupsi Ini Bebas Pelesiran

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Sejumlah narapidana korupsi di Lapas Sukamiskin terbukti menyalahgunakan izin keluar lapas. Dengan bantuan para petugas (pengawalnya), mereka justru memanfaatkannya untuk pelesiran.

Seperti dituturkan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM Jawa Barat Molyanto, narapidana-narapidana tersebut di antaranya adalah Anggoro Widjojo, Rahmat Yasin, dan Romi Herton.

banner 1285x856
Anggoro Widjojo
Anggoro Widjojo

Setelah dilakukan pengecekan, terhitung ada sebanyak empat kali napi Anggoro melakukan aktivitas di luar lapas, yakni 16 dan 21 November 2016, serta 14 dan 29 Desember 2016. Dia menyalahgunakan hak izinnya dengan pelesiran ke apartemen.

“(Anggoro) diizinkan keluar selama empat kali untuk keperluan berobat. Karena dia sakit kompilasi gula dan penyakit dalam lainnya. Namun setelah berobat tidak langsung kembali ke lapas dan sempat pergi ke apartemen Gateway,” tutur Molyanto, Kamis (9/2/2017) malam.

Baca Juga:  KPK Prihatin MA Sering Pangkas Hukuman Para Koruptor Lewat PK

Molyanto pun sangat menyesalkan adanya aktivitas di luar lapas tanpa izin ini. Menurutnya, pengawal napi bertanggungjawab dalam hal ini.

“Mengapa sampai terjadi? Karena pengawalnya tidak melaksanakan tugas pengawalan semestinya, tidak melekat,” imbuhnya.

Romi Herton (Mantan Walikota Palembang)
Romi Herton (Mantan Walikota Palembang)

Sementara itu, Romi Herton juga tercatat pernah dua kali melakukan hal serupa. Itu terjadi pada tanggal 28 dan 29 November 2016. Dia diberi izin keluar lapas untuk menengok anaknya yang tengah terbaring sakit di RS Palembang. Tapi lagi-lagi, selain karena ketidakpatuhan napi yang bersangkutan, juga karena keteledoran pengawalannya.

“Diizinkan dua hari namun di sini terjadi penyimpangan karena dalam izin kepala lapas itu sudah dinyatakan dengan tegas apabila bermalam harus di lapas terdekat, yakni di Lapas Kelas I Palembang, tapi tidak dilaksanakan. Ini juga kesalahan pengawalan dan ketidakpatuhan Romi Herton,” katanya.

Baca Juga:  Eni Saragih: Kongkalikong Proyek PLTU Riau-1 di Rumah Ketum Golkar
Rahmat Yasin (Mantan Bupati Bogor)
Rahmat Yasin (Mantan Bupati Bogor)

Terakhir Rahmat Yasin. Ia juga sempat meminta izin keluar lapas tertanggal15 Desember 2016. Yang tadinya diberi izin keluar dari jam 07.45 dan sudah harus kembali pada pukul 20.30, tetapi karena kelalaian petugas, ia pun tidak kembali tepat waktu.

“Rahmat Yasin juga sama, karena lalai pengawalannya nanti kita sedang kaji untuk dia. Pengeluarannya sekali pada 15 Desember 2016. Itu juga memanfaatkan ketidakdisiplinan pengawal. Dia sempat (mampir) ke daerah Antapani,” ungkapnya.

Untuk Rahmat Yasin, menurut Molyanto, sanksi dalam waktu yang tidak terlalu lama akan diputuskan.

“Mungkin dipindah mungkin tidak, sedang dipertimbangkan,” tambahnya. (ms)

Komentar

Berita Lainnya