oleh

Dianggap Rasis, Sejumlah Film Hollywood Ini Diboikot di Sejumlah Negara

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Kebebasan berpendapat di Amerika Serikat memang udah enggak perlu diragukan lagi. Kalian bahkan bisa bercanda sambil membawa-bawa sesuatu yang rasis tanpa kena jeratan hukum. Efek ini juga terasa dalam beberapa film Hollywood.

Ya, beberapa film dari negeri paman Sam memang enggak punya takut buat menyakiti perasaan negara lain. Walaupun diklaim cuma kisah fiktif dan enggak bermaksud menyakiti hati, tetapi tetap saja konten yang dibawakan dianggap melanggar sopan santun di negara lain.

banner 1280x640

Nah, mana saja film Amerika yang seolah ngajak berantem negara lain? Simak di sini!

1. Zoolander (2001) – Bikin marah Malaysia

Film Amerika Ini Bikin Marah Negara Lain Via Istimewa

Zoolander adalah film komedi fashion yang bercerita tentang Derek Zoolander (Ben Stiller). Dia adalah seorang mantan model yang kariernya jatuh karena framing di media massa dan berbagai kesialan lain yang menghampirinya.

Setelah pulang kampung, dia ditawari untuk kembali ke dunia model oleh pengamat mode Jacobim Mugatu dan agen Maury Ballstein. Namun, ternyata mereka mau mengubah Derek menjadi pembunuh bayaran dengan misi membunuh Perdana Menteri Malaysia.

Plot ini bikin Malaysia murka. Bahkan, Malaysian Home Affairs Ministry Film Censorship Board mengatakan bahwa film ini enggak layak untuk ditonton.

2. Borat: Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan (2006) – Bikin marah Kazakhstan

Ada begitu banyak pihak yang marah terhadap film besutan Sacha Baron Cohen ini, salah satunya tentu saja pihak Kazakhstan. Borat digambarkan sebagai jurnalis bodoh dari Kazakhstan yang pergi ke Amerika Serikat untuk liputan dan belajar budaya baru. Kazakhstan digambarkan sebagai negara pecahan Rusia yang terbelakang, primitif, patriarkis, dan juga miskin, padahal, aslinya Kazakhstan adalah negara yang beradab, rapi, dan maju.

Baca Juga:  Cinematografi Buat Film Kontroversial, Kenapa Polri yang Dituduh?

Pemilihan negara tersebut sebetulnya enggak dimaksudkan untuk menghina Kazakhstan, tetapi cuma untuk mengelabui banyak orang Amerika Serikat yang enggak tahu kalau ada negara bernama Kazakhstan. Lewat kebodohannya, Borat membuat banyak orang Amerika menunjukkan sifat asli mereka dan juga mempermalukan diri sendiri.

Pada sekuelnya yang berjudul Borat 2 (2020), Kazakhstan udah mulai bersikap santai dengan tokoh Borat. Bahkan, secara resmi negara ini membuat kampanye wisata “Kazakhstan very nice” yang terinspirasi dari kalimat “very nice” khas Borat.

3. The Departed (2006) – Bikin marah Tiongkok

The Departed adalah film mob yang memberikan sentuhan fiktif pada kisah nyata. Berkisah tentang Frank Costello, mafia legendaris yang dikenal pandai dalam lobbying dan merupakan orang kepercayaan Lucky Luciano. Dalam The Departed, diceritakan bahwa Frank Costello main kucing-kucingan sama pihak penegak hukum.

Frank Costello menyuruh Collin Sullivan buat menyusup ke kepolisian. Di sisi lain, pihak kepolisian menyuruh William Costigan buat masuk ke dalam tubuh mafia. Saling menyadari siasat masing-masing, Sullivan dan Costigan pun sama-sama berusaha membongkar kedok satu sama lain.

Bukan Italia, Irlandia, apalagi Amerika Serikat, negara yang marah dengan rilisnya film ini adalah Tiongkok! Ya, adanya chinese mob dalam film ini bikin Tiongkok mempertanyakan: kenapa harus bawa-bawa Negeri Tirai Bambu buat menggambarkan kisah mafia Italia-Irlandia?

Baca Juga:  The Pamanca Movie; Seni Bela Diri Klasik Bugis Makassar, Hadirkan Aktor Papan Dunia

4. 300: Rise of Empire (2014) – Bikin marah Iran

Film side-sequel dari 300 ini berkisah soal Darius, raja Persia yang melakukan invasi bersama pasukannya ke Yunani. Pada pertempuran itu, Raja Darius mati disaksikan anaknya, Xerxes. Dia pun bersumpah untuk membalas dendam dengan menempuh segala cara.

Penggambaran para orang Persia yang kejam ini bikin masyarakat Iran marah. Mereka merasa bahwa leluhur dan akar budaya mereka digambarkan salah total di film ini.

5. The Interview (2014) – Bikin marah Korea Utara

Bukan cuma ngajak berantem, semua orang yang terlibat di The Interview seolah memang pengin terkena serangan bom nuklir. The Interview adalah kisah fiktif tentang seorang presenter talkshow dan produsernya yang datang ke Korea Utara setelah mengundang Kim Jong-un buat wawancara.

Karakterisasi tokoh Kim Jong-un yang menyimpan luka masa kecil, suka berbuat hal bodoh, menyukai banyak hal tentang Amerika Serikat, dan egois di film membuat Korea Utara ngamuk berat. Bahkan, Seth Rogen, produser sekaligus pemeran Aaron Rapaport, harus mendapatkan penjagaan 24 jam karena mendapatkan ancaman pembunuhan!

Gara-gara banyak negara yang takut menayangkan film ini, The Interview pada akhirnya hanya beredar secara daring.

Beda budaya, beda pula penerimaannya. Apa yang dimaklumi di suatu negara belum tentu dimaklumi di negara lain. Film adalah media untuk berkreasi, tetapi kreativitas tentunya enggak selalu harus menyakiti pihak lain. (kincir.com)

Komentar

Berita Lainnya