oleh

Di Tengah Wabah Covid-19, Ketegangan Iran dan AS Masih Terus Berlanjut

SUARADEWAN.com — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat 9AS) masih terus berlanjut. Dua negara kini saling perang urat saraf di tengah wabah virus Corona COVID-19. Setelah sebelumnya Trump memerintahkan AL negaranya untuk menghancurkan kapal Iran yang mengancam pasukan mereka, kini giliran Iran yang memperingatkan Amerika Serikat.

Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan AS untuk tidak melakukan langkah militer apa pun di Teluk Persia. Ia juga menegaskan bahwa AS harus berhenti membuat perlawanan dengan Iran.

“Di sini selalu ada Teluk Persia dan akan tetap menjadi Teluk Persia. Amerika harus tahu bahwa nama teluk ini adalah Teluk Persia, bukan Teluk New York atau Teluk Washington,” kata Rouhani dalam rapat kabinet pada pekan ini.

Presiden Iran, Hassan Rouhani

Dilansir dari Sputniknews, Rouhani juga menekankan bahwa perairan teluk berhasil dijaga dengan baik oleh Iran selama bertahun-tahun dan akan selalu dijaga oleh Iran.

Baca juga  Warga 6 Negara Muslim Ini Resmi Tidak Bisa Masuk AS

Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Sherkarchi mengatakan jika AS melakukan agresi terhadap wilayah Iran atau rakyatnya maka Iran akan memberikan tanggapan yang keras.

“Kami akan menampar mereka lebih keras daripada sebelumnya, karena kami tidak bercanda dalam membela negara kami,” kata Jenderal Sherkarchi, seperti dikutip dari kantor berita Fars.

Pada tanggal 15 April, Komando Pusat AS mengatakan terdapat sebelas kapal angkatan laut Garda Revolusi Iran (IRGCN) melakukan manuver berbahaya dan provokatif di sekitar kapal perang AS di Teluk Persia.

Militer Iran mengecam tuduhan AS itu sebagai “Plot Hollywood” seraya merujuk kepada insiden sebelumnya, di mana kapal AS melakukan tindakan provokatif terhadap kapal perang Iran.

Baca juga  Trio Putin-Erdogan-Rouhani Permalukan Arab

Menteri Luar Negeri Iran dalam sebuah cuitan di akun Twitter miliknya mengatakan bahwa angkatan laut AS harus mejauh dari Teluk Persia dan mengatakan AS tidak memiliki urusan di Teluk dan hanya melakukan provokasi di Teluk Persia.

Ketegangan antara Washington dan Tehran meningkat pada awal Januari tahun ini dan meningkat sejak komandan militer Iran, Jenderal Qassem Soleimani terbunuh dalam serangan di dekat bandara Baghdad.

Sebagai respons atas tindakan AS tersebut, Iran meluncurkan puluhan rudal ke dua pangkalan AS di Baghdad pada 8 Januari 2020. Ratusan tentara Amerika diduga mengalami cedera otak akibat serangan rudal tersebut. Di Tengah Wabah Covid-19, Ketegangan Iran dan AS Masih Terus Berlanjut. (vi)

Komentar