oleh

Di Safari Ramadhan Partai Demokrat, SBY Kembali Curhat Soal Pilkada DKI Jakarta

MALANG, SUARADEWAN.com – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY kembali mencurahkan isi hatinya soal Pilkada DKI Jakarta. Ia mengaku kontestasi Pilkada yang sudah lama berlalu itu membuat keharmonisan jadi retak.

“Kerasnya kontestasi pada pemilihan itu membuat sendiri kerukunan rusak,” ujar SBY saat menghadiri Safari Ramadhan Partai Demokrat di Hotel Santika, Kota Malang, Timur, Kamis (15/6/2017).

banner 728x419

Untuk itu, tambah mantan Presiden RI ke-6 ini, fakta kerasnya Pilkada tersebut tak boleh dicontoh daerah-daerah lain, terutama dalam perhelatan yang sama di tahun 2018 ke depan.

“Indonesia akan bersedih dan demokrasi akan mundur kalau Pilkada DKI itu dicopy ke tempat-tempat lain,” lanjutnya.

Baca Juga:  Aktivis Malari: Pemerintah Mati-matian Bela Ahok

SBY pun mengimbau kepada semua pihak, baik kepada para kandidat maupun pendukungnya, untuk senantiasa instrospeksi diri dari apa yang telah terjadi di Pilkada DKI Jakarta.

“Saatnya berinstrospeksi. Yang berinstrospeksi bukan hanya kandidat, bukan hanya pendukung. Tetapi negara dan pemerintah, Polri, TNI dan pers,” jelasnya.

Di Safari Ramadhan partai berlambang bintang tiga ini juga menyempatkan menyinggung kerukunan dalam beragama. Baginya, nilai yang harus dikedepankan dalam beragama adalah sama-sama menghendaki kehidupan yang damai.

“Bagaimana meletakkan agama itu lebih sebagai nilai dan bukan semata-mata simbol. Saya kira setiap agama menyerukan kasih sayang dan kedamaian. Dan Islam sangat kuat menyuarakan hal ini,” terangnya kembali.

Baca Juga:  KPU DKI: Proses Scan Formulir C1 Selesai Dua Hari

Soal pentingnya toleransi dan tenggang rasa, menurut SBY, dua hal ini juga patut dijaga. Bahwa tiap umat perlu menghargai keyakinan umat agama lain, sekaligus membuat pemeluk agama lian yang berbeda tidak merasa dilukai.

“Kalau toleransi itu bagaimana memahami apa yang diyakini yang dianut oleh saudara-saudara kita yang beda agama. Kalau tenggang rasa, kita aktif menjaga sikap, tutur kata, atau ucapan dan tindakan yang dapat melukai dan memperolok umat agama lain,” tambahnya. (ms)

Komentar

Berita Lainnya