oleh

Denny JA: Negara-negara Muslim Harus Memeluk Demokrasi dan Kebebasan

banner-300x250

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Denny JA, Pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI) meluncurkan buku terbarunya ‎dengan judul: Jalan Demokrasi dan Kebebasan untuk Dunia Muslim: Indonesia sebagai Model, (3/4).

Dalam keterangan tertulisnya, Denny menyatakan Perubahan mendasar dunia akan terjadi jika mayoritas dari 50 negara dengan mayoritas muslim di dunia hijrah memeluk demokrasi dan kebebasan.

“Indonesia dapat menjadi model, walau harus terus berevolusi menuju demokrasi yang penuh.” tulisnya.

Buku yang diterbitkan ini merupakan buah renungannya selama 30 tahun. Hal itu dimulai sejak ia menjadi aktivis demokrasi era mahasiswa di tahun 1980an, mendalami Ilmu Politik tingkat Ph.D di Amerika Serikat tahun 2000 dan penelitiannya mengamati perkembangan terbaru.

“Tapi mungkinkah itu? Mungkinkah mayoritas lima puluh negara muslim berbondong-bondong atau berangsur-angsur hijrah memeluk demokrasi dan kebebasan?” tanyanya.

Baca juga  Historis Politik Indonesia Terbagi Menjadi 3 Varian Sejak Awal Reformasi
Ilustrasi: negara-negara muslim

Denny yakin jawabnya tak hanya mungkin, tapi harus. Hal itu sangat mungkin terjadi karena sistem yang tumbuh di satu negara adalah anak kandung dari dinamika politik, ekonomi dan budaya.

“Terbanglah lebih tinggi melihat lima ribu tahun peradaban. Apa yang kita lihat? Tak lain dan tak bukan yang tampak hanya satu: Yang tak berubah hanyalah perubahan itu sendiri,” katanya.

Merujuk data Democracy Index 2019, dari 50 negara yang mayoritas penduduknya muslim, 60 persen menerapkan politik otoriter. Denny mengungkapkan, yang menerapkan full democracy tak ada sama sekali. Kata dia, hanya tiga negara muslim, termasuk Indonesia, yang menerapkan demokrasi setengah matang.

“Tak ada yang lebih kuat dibandingkan gagasan yang waktunya telah tiba. Gagasan demokrasi dan kebebasan telah tiba di dunia Muslim,” katanya.

Baca juga  Islam Diprediksi Akan Jadi Agama Mayoritas di Rusia

Lembaga Penelitian di Amerika Serikat Pew Research Center juga menyatakan, pada 2070, penduduk Muslim akan menjadi terbanyak di dunia. Denny memandang, hadirnya negara muslim yang bebas dan demokratis, atau yang sebaliknya, akan mempengaruhi dunia nyaman atau bergolak.

“Apalagi saat itu, mulai 2070, muslim adalah populasi paling banyak,” ungkapnya.

Buku yang Denny tulis ini penuh dengan data dan teori. Dia mengupas pula sejarah pertumbuhan demokrasi di Eropa, Amerika Serikat dan belahan dunia lain. Namun buku ini juga banyak kutipan puitis. Menariknya lagi, buku ini sengaja Denny bagikan gratis lewat media sosial dalam format Pdf.

“Saya ingin ikut mewarnai ruang publik agar semakin banyak debat gagasan,” pungkasnya. (ip)