oleh

Demokrat Pastikan Poros Ketiga di Pilpres 2019 Akan Terbentuk

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan memastikan poros ketiga dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019 akan terbentuk. Menurut dia membentuk poros baru adalah keharusan.

“Poros ketiga itu keniscayaan yang harus dibentuk,” kata Hinca. Menurut Hinca, poros baru diluar kubu petahana Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto harus dikembangkan dan dirawat dengan serius.

banner 1102x704

Hinca mengakui, poros ketiga yang akan terbentuk nanti akan menumbuhsuburkan demokrasi di Indonesia pasca bergulirnya reformasi tahun 1998. Namun demikian, Hinca masih belum mau membuka penjajakan koalisi yang sudah terjalin demi tercapainya poros ketiga tersebut.

Dia hanya menekankan, komunikasi politik terkait poros baru dengan partai-partai yang belum deklarasi dukungan ataupun yang sudah deklarasi terus diintesifkan. “Komunikasi politik yang intensif adalah syarat utama uuntuk membentuk poros ketiga demi mengumpulkan minimal 20 persen kursi DPR RI,” ujar Hinca, Rabu (7/3).

Sejauh ini, ada lima partai di Pemilu 2014 yang telah mendukung Jokowi adalah PDIP, Golkar, PPP, NasDem dan Hanura. Sementara lima partai lain yaitu Gerindra, Demokrat, PKB, PAN dan PKS belum menentukan sikapnya.

Sebelumnya, Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris berpendapat Partai Demokrat memiliki peran untuk menentukan pembentukan poros ketiga di Pemilu Presiden 2019. “Kalau poros ketiga itu peluangnya adalah di kubu pak SBY atau partai demokrat,” ujarnya dalam diskusi bertajuk ‘Pencalonan Pilpres 2019: Menantang Gagasan Anti Korupsi dan Demokrasi’ di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW).

Poros ketiga kata dia merujuk pada fenomena pertarungan calon presiden yang selama ini didominasi hanya oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Keberadaan poros ketiga berarti akan memunculkan calon alternatif selain Jokowi dan Prabowo. (af)

Baca Juga:  Banyak Alasan Untuk Mengatakan Prabowo Akan Kalah di Pilpres 2019
Baca Juga:  PDI-P Nilai Usulan Hak Angket Terlalu Prematur

Komentar

Berita Lainnya