oleh

#DaruratDemokrasi, Gedung LBH Jakarta Kembali Diblokade Polisi

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Mendadak ramai, kantor LBH Jakarta yang sering disebut sebagai “Rumah Demokrasi” oleh kelompok aktivis dijegal oleh pihak kepolisian.

Perlakuan sewenang-wenangan polisi tersebut akibat adanya sebuah kegiatan seminar sejarah “Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965”, yang diadakan di kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakpus, Sabtu (16/9).

banner 1280x904

Dalam penelusuran melalui sosial media yang beredar, muncul berbagai video-video singkat bagaimana polisi langsung mengintrogasi pihak penyelenggara seminar.

Dalam laman facebook pemilik akun bernama @Lini Zurlia menuliskan bahwa aparat yang datang tiba-tiba melakukan boikot kepada peserta dan penyelenggara. Para peserta dipaksa pulang dan disuruh untuk tidak melanjutkan seminar tersebut.

“Kami kongkow di lantai atas gedung LBH Jakarta sampai situasi aman. Kami lihat juga aparat sudah membubarkan diri. Eh… Sedang asyik bercerita tentang #hoax65 dan bagaimana caranya #StopHoax65, tiba-tiba polisi merangsek masuk ke atas gedung lantai 4. Sebagian panik, kami dipaksa pulang membubarkan diri.” tulis Lini.

Dilokasi yang sama, di seberang jalan depan kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat hadir massa yang mencoba memblokade acara seminar tersebut. Mereka adalah kelompok yang menamakan dirinya sebagai massa anti-komunis, menurut sumber massa ini tergabung dari mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Baca juga  Gunakan Pasal Penodaan Agama, LBH Menilai Pelapor Mengkriminalisasi Kaesang Pangarep

Setelah para mahasiswa berorasi, lalu datanglah kelompok GP Anshor. Mereka disambut dengan menyanyikan lagu Hubbul Wathon minal iman. “#hoax65 memang bahaya laten” tulis Lini.

Lini Zurlia kembali mengklarifikasikan soal kegiatan tersebut di laman facebooknya. “Seminar ini bukan kegiatan penyebaran komunisme tapi Diskusi Pelurusan Sejarah 65 yang diikuti akademisi dan korban 65 yang sudah sepuh semua.” terangnya.

“Buktinya dengerin orasi mereka ini niscaya kamu akan mesem-mesem rada jijik. Generasi kita ini harusnya generasi yg mau membaca sejarah, sebenar-benarnya sejarah, mendiskusikannya di ruang-ruang yang bebas sehingga nalar kita menjadi kritis. Generasi kota harusnya generasi #StopHoax65,” lanjut Lini dalam status-statusnya.

“Kami memanggilmu untuk BERSOLIDARITAS. Lindungi YLBHI karena ini serangan langsung pada demokrasi.” lanjutnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Bidang Advokasi Yayasan LBH Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur. Menurutnya, kenapa seolah-olah polisi begitu panik, padahal menurutnya diskusi tersebut menghadirkan dari semua golongan, baik dari mantan jenderal, Polisi dan sejarawan.

Baca juga  Menjadi Amicus Curiae Kasus Ahok, LBH Jakarta Layangkan 4 Rekomendasi ke Majelis Hakim

Dengan dijegalnya forum diskusi ilmiah seperti ini, Indonesia kembali mundur kebelakang. #DaruratDemokrasi seperti itulah status-status yang ramai beredar ramai di sosial media para aktivis ini. LBH Jakarta yang berdiri sejak 1970, telah melakukan berbagai macam kegiatan dan forum-forum akademis seperti seminar, diskusi publik, dan lan-lain.

Namun, sikap polisi yang gelap mata hari ini (Sabtu, 16/9) melakukan tindakan yang jauh dari UUD 1945 mengenai kemerdekaan berpendapat dan berkumpul dengan menjaga dan melindungi warga negara yang sedang menggunakan haknya untuk berkumpul dan berpendapat.

Setelah pembubaran selesai, pihak LBH Jakarta melakukan konferensi pers menyikapi  pembubar-paksaan Seminar Pelurusan Sejarah 65,  sekitar pukul 20.00 WIB di Kantor LBH Jakarta, jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu 16 September 2017.

Berikut videonya :

Komentar