oleh

Cukup 4 Bulan Virus Corona Keok di Kota Asalnya, Wuhan

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Pasien terakhir penderita Corona COVID-19 di Kota Wuhan, China telah meninggalkan rumah sakit dan menandai berakhirnya mimpi buruk yang dialami kota tersebut selama empat bulan terakhir akibat mewabahnya virus Corona.

Juru bicara komisi kesehatan nasional, Mi Feng mengatakan, “Dengan usaha bersama dan bantuan medis yang diberikan kepada provinsi Hubei, semua kasus COVID-19 di Wuhan selesai pada 26 April.”

banner 1280x904

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah pasien terakhir keluar dari rumah sakit, dikutip dari SCMP. Pasien bermarga Ding yang berusia 77 tahun tersebut juga merupakan pasien dengan kasus yang parah terakhir di Provinsi Hubei.

“Saya sangat rindu dengan keluarga saya,” kata Ding kepada Changjing Daily.

Wuhan membuktikan diri mampu melewati perjalanan yang panjang hingga akhirnya pasien terakhir tersebut keluar dari rumah sakit. Kota berpenduduk 11 juta orang yang juga merupakan Ibu Kota Provinsi Hubei itu menerapkan aturan lockdown pada 23 Januari 2020 silam selama 76 hari hingga dibuka pada 8 April 2020 lalu.

Baca juga  Virus Corona Ganggu Sejumlah Kegiatan Reses Anggota DPR Dapil DKI

Penduduk kota tersebut diperintahkan untuk berdiam di rumah dan tempat tinggal masing-masing, transportasi publik dihentikan dan penggunaan mobil pribadi di jalan raya dilarang.

Ketika pandemi Corona COVID-19 makin menggila, lebih dari 42 ribu staf medis dari penjuru China didatangkan ke kota Wuhan dan Provinsi Hubei untuk membantu menangani kasus COVID-19.

Wuhan, yang menjadi titik awal penyebaran virus corona menjadi kota yang paling terpukul Corona COVID-19, 50 ribu dari 82 ribu kasus Corona di China terjadi di kota ini.

Pada 13 Maret 2020, Wuhan untuk pertama kalinya melaporkan tidak ada suspectbaru dan lima hari kemudian tidak ada kasus baru yang dikonfirmasi.

Baca juga  Kementerian Sosial Dinilai Jadi Kementerian Paling Tanggap Hadapi Covid-19

“Keluarnya pasien pada 26 April menjadi pencapaian besar bagi perawatan COVID-19 di kota ini,” kata Komisi Kesehatan Wuhan dalam sebuah pernyataan.

Menteri Kesahatan China, Ma Xiaowei mengatakan bahwa selesainya kasus menandai kemenangan bagi Wuhan. Ia juga mengatakan beberapa pasien yang memiliki kondisi lain akibat dari COVID-19 sedang dirawat di rumah sakit khusus. Sepuluh pasien berusia antara 42 dan 85 tahun yang dinyatakan bebas dari virus Corona masih menjalani perawatan di RS Tongji karena masalah ginjal dan komplikasi lain yang timbul akibat dari Corona COVID-19.

Sepuluh pasien tersebut berada dalam perawatan 24 jam dengan 190 suster yang merawat dalam rotasi empat jam. (vi)

Komentar