Cepat atau Lambat Prabowo akan Kehilangan Simpati Masyarakat

Calon Presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto

Cepat atau Lambat Prabowo akan Kehilangan Simpati Masyarakat

Gatot Nurmantyo: Yang Larang Bicara Politik di Masjid Tak Tahu Agama dan Sok Tahu tentang Islam
Ingin Kalahkan Jokowi, Koalisi Keumatan Harus Gandeng PKB dan Demokrat
Golkar: Jokowi Harus Menggandeng Kekuatan Berbasis Islam Jika Ingin Menang Pilpres 2019

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Calon Presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto kerap melontarkan pidato-pidato yang menuai kontroversi. Salah satunya dalam acara konferensi nasional Partai Gerindra di Sentul, Jawa Barat, Senin (17/12) Prabowo kembali menyebut Indonesia akan punah jika ia tidak terpilih sebagai presiden pada 2019 mendatang.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Ace Hasan Syadzily mengatakan ini bukan kali pertama Prabowo mengatakan hal semacam itu. Dia menilai, jika Prabowo terus mengucapkan kalimat pesimistis, cepat atau lambat dia akan kehilangan simpati dari masyarakat.

“Saya meyakini masyarakat kita akan tidak simpatik jika yang dikedepankan dengan cara-cara seperti begitu,” kata Ace pada wartawan, Kamis (20/12).

Baca juga  Piplres 2019 Tak Akan Ada Capres Tunggal

Politikus Partai Golkar ini mengaku diksi kontroversial yang sering dilontarkan bekas Danjen Kopassus itu bagian dari strategi Pilpres 2019. Namun, dia menilai cara itu tidak baik jika selalu dilakukan. Karena akan terus menimbulkan rasa cemas di masyarakat.

“Tapi menurut saya sangat naif jika cara strategi komunikasinya dengan menerapkan dialektika negatif. Mengambil garis diametral antara positif dan negatif dan dia mengambil negatif untuk kepentingan elektoralnya,” ungkapnya.

Ace mengingatkan, dalam kontestasi pilpres, tidak perlu mempertaruhkan keutuhan negara untuk mendapatkan efek elektoral. Sebab, kata dia, nilai keutuhan bangsa sangat mahal harganya.

“Dan meraih dukungan suara menurut saya terlalu mahal harganya kalau model kampanye dengan cara pendekatan yang negatifistik,” ucapnya.

Baca juga  Said Aqil, Harry Tanoe dan Moeldoko Layak Dipertimbangkan sebagai Cawapres Jokowi

Diketahui, dalam pidatonya di Konferensi Nasional Gerindra, Prabowo Subianto mengungkap kegeramannya dengan elite politik di Indonesia. Menurutnya sudah puluhan tahun para elite membawa Indonesia ke sistem yang salah. Dia mengatakan kalau sampai dibiarkan Indonesia bisa punah.

“Kita merasakan rakyat ingin perubahan. Rakyat ingin pemerintah bersih tak korupsi karena itu kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah, kalau kita kalah, negara ini bisa punah,” kata Prabowo dalam pidatonya di Konferensi Nasional Gerindra di Sentul, Jawa Barat, Senin (17/12). (rm)

COMMENTS