oleh

Cegah Corona di LP, Anggota Komisi III Usul Penjahat Ringan Dibebaskan

MAKASSAR, SUARADEWAN.com – Anggota Komisi III DPR RI, Supriansa (F-PG/ Dapil-II Sulsel) mengusulkan agar narapidana kasus ringan dibebaskan. Selain pembebasan tahanan, dia juga mengusulkan tahanan yang berkelakuan baik dapat dibantarkan di rumah keluarganya dan akan dikembalikan ke dalam sel jika situasi telah membaik.

Menurutnya, usul tersebut diajukan terkait pencegahan penyebaran Corona mengingat ada masalah overkapasitas lapas. Dan juga sebagai langkah Kementerian Hukum dan HAM melakukan mitigasi pencegahan penyebaran Corona (COVID-19) di lingkungan lembaga pemasyarakatan (LP) dan rumah tahanan.

“Saatnya dibuat rencana mitigasi terkait soal COVID-19 penjahat ringan dilepaskan, sesudah itu diberi tugas membersihkan semua karpet, lantai, dan dinding-dinding lapas. Pengguna narkoba dimohonkan grasi ke presiden kalau sudah menjalankan separuh masa hukumannya,” ujar Supriansa, Jumat (20/3/2020).

Baca juga  Shamim Saffron sebagai Peningkat Sistem Imun dalam Tubuh Untuk Mencegah Berbagai Virus dan Kanker

Mantan Wakil Bupati Kabupaten Soppeng ini mencontohkan kebijakan pemerintah Iran dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat (AS) yang membebaskan tahanan. Dari data yang dia dapatkan, pemerintah Iran melepas sementara sekitar 54 ribu narapidana di dalam penjara yang kepenuhan.

Setelah napi kasus pidana ringan dibantarkan, lanjutnya, LP dan rutan sudah longgar, sehingga dapat dilakukan ‘social distancing’ pada para napi kelas kakap, seperti langkah pemerintah yang meminta social distancing di lingkungan masjid dengan meniadakan salat Jumat.

Baca juga  Putus Mata Rantai Corona, Singapura Putuskan Hanya 1 Orang Tiap Rumah Bisa Belanja

Supriansa menambahkan potensi masuknya COVID-19 di lingkungan lapas dan rutan rentan dibawa oleh petugas atau pegawai lapas yang berinteraksi dengan dunia luar ataupun memiliki riwayat perjalanan ke daerah-daerah yang sudah tersebar COVID-19.

“Sedangkan tim medis saja yang sudah menyiapkan diri dengan paripurna, dengan memakan vitamin, menggunakan APD dan masker N-59, tetap terinfeksi, bagaimana dengan warga binaan lapas kita,” pungkas Anggota Mahkamah Partai Golkar ini. (de)

Komentar