Cawapres Ma’ruf Amin Bantah Pernah Keluarkan Fatwa Haram Ucapkan Selamat Natal

Cawapres Ma’ruf Amin Bantah Pernah Keluarkan Fatwa Haram Ucapkan Selamat Natal

JAKARTA, SUARADEWAN.com -- Calon wakil presiden KH Ma'ruf Amin membantah pernah mengeluarkan fatwa larangan ucapan selamat Natal saat menjabat sebagai

Penyadapan SBY-Maruf Amin Dibahas di Raker Komisi III DPR
Rais Aam PBNU Amini Pandangan Presiden Soal Agama-Politik Harus Beriringan
Politikus Partai Demokrat: Kiai Ma’ruf Bukan Pembohong

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin membantah pernah mengeluarkan fatwa larangan ucapan selamat Natal saat menjabat sebagai Ketua Umum MUI. Dia mengaku fatwa yang dikeluarkan adalah larangan seorang muslim mengikuti misa Natal.

“Enggak ada fatwa. Fatwa yang ada itu fatwa mengikuti misa Natal,” ujarnya di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2018).

Baca juga  MUI Usulkan Dialog Nasional Pasca Pilkada DKI

Karena itu, dia menegaskan kembali bahwa sama sekali tidak fatwa MUI soal larangan mengucapkan selamat natal bagi muslim selama kepemimpinannya.

“Jadi bukan mengucapakan selamat,” imbuhnya.

Sebelumnya, inisiator Relawan Nusantara (RelaNU) Nusron Wahid mengklarifikasi sejumlah hal kepada Ma’ruf Amin.

Hal itu terkait para relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) alias ahokers, yang ragu mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Baca juga  Dua Kali Dikunjungi Kiai Ma'ruf, Rabithah Alawiyah Tegaskan Tetap Netral di Pilpres

Salah satu hal yang dibahas soal fatwa larangan ucapan Natal. Relawan beragama kristen ragu mendukung Ma’ruf karena hal tersebut.

Namun setelah dikonfirmasi, Nusron mengatakan fatwa keluar saat kepemimpinan Buya Hamka. Menurut politisi Golkar itu, Ma’ruf merupakan ulama aliran moderat yang tidak mempersoalkan ucapan Natal. (lip)

COMMENTS

DISQUS: