oleh

Camat Dibebankan Pembelian APD, Tokoh Milenial Bone Ini Desak DPRD Hearing Dinkes Terkait Anggaran Covid-19

BONE, SUARADEWAN.com,  — Anggaran percepatan penanganan Covid-19 yang dikelola oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone terus menuai sorotan masyarakat.

Hal ini dipicu lantaran beberapa camat di Bone dibebankan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) secara mandiri, bahkan mereka diminta untuk mengadakan APD yang jauh dari standar (jas hujan) red.

Menanggapi persoalan tersebut, Eko Wahyudi salah satu tokoh milenial di Bone pun angkat bicara, menurutnya, pengadaan APD yang ditangani Dinkes harus dipertanyakan, bukankah APD sudah termasuk didalamnya.

“Apakah anggaran yang telah digelontorkan untuk pengadaan APD tidak cukup, kenapa harus camat yg dibebankan pengadaan APD secara mandiri,” tanya Eko Wahyudi saat dikonfirmasi SUARADEWAN.com, Pada Sabtu, (25/04/2020).

Baca juga  Data Angka Kematian Akibat Corona di Indonesia Berdasarkan Kelompok Usia

Eko pun menyayangkan pengelolaan anggaran Covid-19 yang jumlahnya Milliaran Rupiah ini dikelola tidak transparan dan diduga tidak tepat sasaran, terlebih lagi anggaran infrastruktur 50% telah dipotong untuk penanganan COVID-19 ini sesuai dengan edaran Kemenkeu dan Kemendagri.

“Saya rasa anggaran ini sudah cukup banyak apalagi status bone sejauh ini masih zona  hijau, apa salahnya kalau semua kebutuhan tentang APD yang kita anggarkan tidak lagi dibebankan kepada para camat.

Dirinya juga meminta DPRD Bone khusus nya Komisi IV (empat) untuk segera menghearing Dinas terkait untuk mendapatkan penjelasan dari persoalan diatas.

Baca juga  Ganjar Pranowo Tetapkan Provinsi Jawa Tengah Status Siaga Darurat Covid-19

“Saya meminta DPRD Bone segera memangil Dinas Kesehatan untuk mengklarifikasi pengadaan APD yang dibebankan kepada para camat,” tegasnya.

Eko melanjutkan, DPRD Kabupaten Bone harus mengambil langkah tegas, jangan sampai muncul persepsi dimasyarakat ada kongkalikong antara DPRD dengan Dinas terkait.

“DPRD disini harus tegas, terlebih kita tau sendiri salah seorang pimpinan komisi yang menangani persoalan Covid-19 ini punya hubungan kekerabatan dengan salah satu kadis di Bone,” pungkasnya. (YMA)

Komentar