Calon Presiden Terkemuka Brazil Ditikam Hingga Kritis Saat Kampanye

Calon Presiden Terkemuka Brazil Ditikam Hingga Kritis Saat Kampanye

21 Politisi Perempuan Cantik dan Seksi di Seluruh Dunia
Koalisi Gerakan Islam Syiah Sadrist dan Partai Komunis memenangkan Pemilu Irak
Video: Aksi-Aksi Lucu Anggota Parlemen di Belahan Dunia

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Jair Bolsonaro, calon presiden terkemuka Brazil yang pidatonya sering memicu kontroversi, ditikam di sebuah acara kampanye pada Kamis 6 September, dan menderita luka serius di perut. Bolsoner ditikam saat kampanye jelang putaran pertama pemilihan presiden Brazil pada 7 Oktober.

Dr Luiz Henrique Borsato, yang melakukan operasi darurat, seperti dilaporkan Associated Press, 7 September 2018, mengatakan kandidat sayap kanan itu dalam kondisi serius tetapi stabil dan akan tetap dalam perawatan intensif selama setidaknya tujuh hari ke depan.

Video di media sosial menunjukkan Bolsonaro, yang telah berjanji untuk menindak kejahatan di negara Amerika Latin terbesar itu, ditikam dengan pisau di bagian bawah perutnya saat berkampanye di Juiz de Fora, sebuah kota sekitar 200 kilometer sebelah utara Rio de Janeiro.

Baca juga  Lewat Voting, Parlemen Skotlandia Resmi Tolak Brexit

Pada saat serangan itu, Bolsonaro ada di pundak seorang pendukung, memandangi kerumunan dan mengacungkan jempol dengan tangan kirinya.

Gambar yang diambil dari video yang dirilis oleh Fernando Goncalves, kandidat presiden Partai Sosial Nasional Liberal, Jair Bolsonaro, dibawa pergi setelah ditikam selama kampanye di Juiz de Fora, Brazil, Kamis, 6 September 2018.(AP Photo / Fernando Goncalves)

Setelah ditikam, dia terlihat bergeming dan kemudian pergi keluar dari pandangan. Video lain menunjukkan pendukung membawanya ke mobil dan menabrak seorang pria yang tampaknya tersangka.

Juru bicara polisi Flavio Santiago mengkonfirmasi seorang bernama Adelio Bispo de Oliveira yang berusia 40 tahun telah ditangkap sehubungan dengan insiden tersebut.

Baca juga  Vietnam Pilih Perempuan Pertama Ketua Parlemen

De Oliveira dipukuli oleh pendukung Bolsonaro setelah penikaman. Menurut polisi, pria itu pernah ditangkap pada 2013 karena serangan lain.

Luis Boudens, Ketua Federasi Nasional Polisi Brazil, mengatakan penyerang itu tampaknya terganggu secara mental.

“Agen kami di sana menyampaikan bahwa penyerang mengatakan dia ‘sedang dalam misi dari Tuhan’,” kata Boudens melaporkan.

Anak Bolsonaro, Flavio Bolsonaro, awalnya mengatakan di Twitter bahwa luka itu tidak parah dan ayahnya baik-baik saja. Namun, satu jam kemudian dia menulis kicauan lain yang mengatakan luka itu lebih buruk dari yang ia duga.

“Dia tiba di rumah sakit ‘hampir mati’. Kondisinya sekarang tampak stabil. Mohon doanya.” tulis Flavio.

Menurut keterangan polisi federal, Bolosnaro memiliki pengawal saat kejadian, namun tidak mengenakan rompi pelindung.

“Peristiwa ini menyedihkan. Kami tidak akan memiliki aturan hukum jika kami memiliki intoleransi,” kata Presiden Brazil, Michel Temer. (te)

COMMENTS