oleh

Bupati Syarif Mbuinga Terus Memperjuangkan Pembangunan Bandara Pohuwato

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Tak ada kata menyerah demi pembangunan daerah. Begitulah ungkapan yang mungkin pas menggambarkan upaya Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam mengawal sejumlah pembangunan infrastruktur di salah satu daerah Provinsi Gorontalo ini.

Seperti diketahui, kebijakan pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) di APBN oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, tak sedikit membuat sejumlah rencana pembangunan infrastruktur di daerah jadi tertunda. Hal ini yang juga membuat Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga, langsung “berkelana” ke sejumlah Kementerian yang terkait.

banner 728x419

“Mimpi dan idaman rakyat senilai 55 miliar hilang akibat kebijakan pemotongan APBN tahun 2016. Padahal, sudah proses lelang, tapi masih banyak jalan menuju ke Roma,” jelas Syarif.

Menurutnya, lenyapnya alokasi pembangunan Bandara Pohuwato yang sudah didepan mata itu bukan akhir dari segalanya. Ini lebih merupakan tantangan tersendiri yang harus terus diperjuangkan.

“Jika untuk kemaslahatan masyarakat Pohuwato, tak masalah jika harus berjuang kembali dari nol,” tandasnya optimis.

Bahkan, untuk memastikan alokasi APBN untuk Kabupaten Pohuwato, Syarif rela mendatangi satu per satu dari Dirjen ke Dirjen, dari deputi ke deputi. Dan salah satu yang baru-baru ini ditemuinya adalah Pejabat dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktorat Angkutan Udara Kementerian Perhubungan RI Ibu Maryati Karma.

Dalam pertemuannya tersebut, Bupati Pohuwato berusaha berkoordinasi dalam rangka kelanjutan pembangunan bandara di Kabupaten Pohuwato.

Tentu saja, agenda krusial ini bukan hanya mengamankan alokasi APBD ke daerah, melainkan yang utama adalah realisasi kelanjutan pembangunan Bandara Pohuwato di Kecamatan Randangan. (ms)

Komentar

Berita Lainnya