oleh

Bom Panci Bandung, Boy: ISIS Ajarkan Jihadisnya Rakit Bom via Online Training

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kemampuan merakit bom panci yang dimiliki pelaku Yayat Cahdiyat  dan kedua rekannya Agus Sujatno alias Abu Muslim, dan Sholeh alias Abu Fursan didapat dari pelatihan secara online (Online training) kelompok teroris internasional Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Hal tersebut dikemukan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar saat menerangkan aksi teror bom panci di Taman Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Bandung, Jawa Barat.

banner 728x419

“Umumnya mereka belajar dari yang disebut sebagai online training. Fenomena online training sudah menjadi tren di kalangan pelaku kejahatan aksi teror. Bom panci ini menjadi bom yang dihembuskan oleh markas besar ISIS,” terang Boy di Kompleks Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (13/3/17).

Boy menjelaskan, ketiga pelaku teror tersebut tergabung ke dalam kelompok sel ISIS di Indonesia yakni Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Mantan Kapolda Banten itu melanjutkan, Kelompok ISIS saat ini terus meningkatkan kemampuan strategi mereka. Pola serangan yang mereka gunakan untuk menyampaikan pesan memiliki varian tergantung target dan sasarannya siapa. Salah satunya dengan menggunakan bom panci.

“Makanya strategi penyerangan mereka ganti dengan cara seperti ini. Karena dalam pandangan mereka kalau motif teror itu pesannya sampai. Mereka dapat penilaian eksis kemudian mereka ingin orang peduli dengan apa yang mereka inginkan. Jadi pesan-pesan teror memang lebih masif walaupun dari efek peristiwa itu kategorinya aksi-aksi yang sifatnya parsial,” pungkasnya. (DD)

Komentar

Berita Lainnya