BNPT Pastikan Teroris WNI di Marawi adalah Anggota JAD Pendukung ISIS

BNPT Pastikan Teroris WNI di Marawi adalah Anggota JAD Pendukung ISIS

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam serangan ke

BNPT : Program Deradikalisasi Berhasil dan Harus DIlanjutkan
Hadapi Terorisme, BNPT Ungkap Strateginya di Forum Internasional
Di Kampung Amrozi Cs, BNPT Resmikan Pusat Dakwah Moderat Rangkul Puluhan Mantan Teroris

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam serangan ke Kota Marawi beberapa waktu lalu merupakan teroris dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Hal tersebut BNPT pastikan mengingat ada kesamaan pola serangan serta penyebaran paham dan tujuan kelompok radikal di Filipina itu, yakni mendirikan khilafah dan berbait kepada Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Seperti diketahui, JAD yang sebelumnya bernama Jamaah Ansharut Khilafah Daulah Nusantara ini merupakan pendukung utama ISIS di Indonesia.

Ini bisa dilihat dari rekam jejak pemimpin besarnya, Aman Abdurrahman alias Oman, yang kini mendekam di lembaga pemasyarakatan Nusakambangan Jawa Tengah karena terlibat dalam pengiriman sejumlah kombatan dari Indonesia ke Filipina.

“Kelompok pendukung ISIS di Indonesia ini termasuk jaringan teroris yang masih aktif dalam melakukan serangan teror dalam negeri,” ungkap Kepala BNPT Suhardi Alius dengan mengacu pada peristiwa teror bom bunuh diri yang baru-baru ini terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Di berbagai wilayah Indonesia, anggota JAD menyebar dan memiliki kelompok jaringan teror, seperti Jamaah Islamiyah, Al-Muhajirun, Mujahidin Indonesia Timur, dan Mujahidin Indonesia Barat, di mana kesemuanya berbait kepada ISIS.

BNPT juga memastikan bahwa keterlibatan JAD dalam aksi teror di Kota Marawi adalah satu rangkaian aksi teror JAD sejak aksi bom Thamrin di awal Januari 2016 silam. Teror lainnya yang juga pernah didalangi JAD, yakni bom Markas Polres Solo (Juli 2016), penusukan polisi di Tangerang (Oktober 2016), serta bom panci di Bekasi (Desember 2016) yang masih bisa digagalkan oleh pihak kepolisian. (ms)

COMMENTS

DISQUS: