BIN Ungkap Serangan Kp Melayu Sebagai Strategi ISIS Tunjukkan Eksistensi

BIN Ungkap Serangan Kp Melayu Sebagai Strategi ISIS Tunjukkan Eksistensi

JAKARTA, SUARADEWAN.com - Dua ledakan beruntun bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, pada Rabu, 24 Mei 2017 malam lalu, merupakan ba

BIN: Ada 41 Masjid dan 50 Pencaramah Dengan Paham Radikalime
Jazuli Juwaini Yakin Kepala BIN Baru Bisa Jaga Integritas
Komisi III DPR Minta Kepolisian dan BIN Cegah Berita Hoax yang Provokasi Masyarakat

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Dua ledakan beruntun bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, pada Rabu, 24 Mei 2017 malam lalu, merupakan bagian dari strategi ISIS untuk menunjukan eksistensi mereka. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

“Serangan teror bom di Kampung Melayu merupakan bagian dari strategi ISIS untuk menunjukkan eksistensinya setelah mendapatkan tekanan di Suriah,” ujar Budi, Minggu (28/5/17).

Dirinya menyebut, otak serangan tersebut adalah kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan Kelompok ISIS.

Baca juga  Ngeri, Ini Bukti Teroris ISIS Sudah Menggeliat di Indonesia Bahkan di Kampus-Kampus

Serangan yang terjadi di Kampung Melayu merupakan rangkaian serangan yang dilakukan hampir serantak di beberapa lokasi berbeda.  Sebelum di Kampung Melayu, ISIS juga melancarkan serangan serupa di Manchester, Inggris dan Marawi, Filipina selatan.

“Hal ini menunjukkan ISIS telah membangun jaringan secara global dan selama ini membentuk sel-sel jaringan di berbagai negara yang siap untuk dikomando melakukan serangan di berbagai tempat yang mereka targetkan,” paparnya lagi.

Baca juga  Polisi Telusuri Pria Klimis Tenteng Senjata yang Diduga Gabung ISIS

Budi meyakini bahwa saat ini ISIS tengah gencar membangun sel-sel kekuatan di kawasan Asia Tenggara. Dan hal ini merupakan ancaman serius, tidak hanya oleh negara Indonesia, namun juga menjadi ancaman global.

“Pemerintah saat ini terus membangun secara efektif kerjasama global dalam menghadapi ancaman terorisme, terutama terhadap upaya ekspansi jaringan ISIS ke wilayah Asia Tenggara,” pungkasnya. (dd)

COMMENTS

DISQUS: