oleh

Bertandang ke Kediaman Tajudin, LBH Keadilan Banten Kembali Temukan Fakta Ketimpangan

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan Banten hari ini, bertandang ke kediaman penjual cobek Tajudin (42), di Kampung Pojok, Desa Jaya Makar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Kedatangan LBH Keadilan Banten ke kediaman penjual cobek yang pernah dipenjara selama 9 bulan tanpa dosa tersebut, dalam rangka mendampingi Bandan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkumham RI yang tengah membuat film dokumenter tentang bantuan hukum bagi orang-orang miskin.

banner 1280x904

“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Pak Tajudin, ada beberapa janji-janji yang belum dipenuhi,” kata Ketua Yayasan LBH Keadilan Banten, Abdul Hamim Jauzie Kepada SuaraDewan.com, pada Kamis (14/9).

Dikatakan Abdul Hamim, beberapa janji-janji tersebut diantaranya, saat Tajudin bekerja berjualan cobek di sekitar Bandung Barat, sesekali ke Garut, Purwakarta n Subang, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat Doddy Imron Cholid, pernah menjanjikan beasiswa kuliah untuk anak pertama yang bernama Lilis Suryani.

Baca juga  LBH Keadilan Banten: Tangsel Tidak Layak Mendapat Predikat Kota Layak Anak

Baca juga: Sempat Dibui, Tajudin Penjual Cobek Ajukan Permohonan Ke Mahkamah Konstitusi

Penjual cobek Tajudin saat ditemui dikediamannya di Kampung Pojok, Desa Jaya Makar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

“Saat ini Lilis tidak kuliah, karena janji belum direalisasikan. Selain Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat Doddy Imron Cholid, Kasat Reskrim Polres Tangsel Alexander juga belum menepati janjinya untuk mengganti handphone Pak Tajudin yang hilang saat disimpan penyidik,” katanya.

Selain itu, Sambung Abdul Hamim, Tajudin sampai saat ini belum diperiksa dalam persidangan etik atas dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri, yang diduga dilakukan oleh Kompol Saiman, yang pada saat itu menjabat sebagai Kanit II Subdit II Ditreskriumum Polda Metro Jaya (Mantan Kasat Reskrim Polres Tangsel). Juga rekan kerjanya Iptu Sumiran dan Bripka Ary Widianto yang menjabat sebagai Penyidik dan Penyidik Pembantu Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel.

Baca juga: Kembali Jalani Pemeriksaan, Kali Ini Penjual Cobek Tajudin Hadir Sebagai Saksi

“Sebelumnya, pada tanggal 13 Juli yang lalu, pak Tajudin diperiksa Propam Polda Metro Jaya sebagai saksi,” sambungnya.

Baca juga  Pemkot Tangsel Diminta Anggarkan Dana Bantuan Hukum Dalam APBD 2018

Oleh sebab itu, LBH Keadilan Banten meminta agar Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung Barat Doddy Imron Cholid segera merealisasikan janjinya untuk memberikan beasiswa kepada anak pertama Tajudin. Kemudian LBH Keadilan Banten juga Meminta Kasat Reskrim Polres Tangsel, segera mengganti handphone Tajudin yang pernah dijanjikan sejak lama. Juga diharapkan, agar Propam Polda Metro Jaya segera membawa persoalan dugaan pelanggaran kode etik para penyidik yang memeriksa Pak Tajudin.

“Besar harapan kami, janji-janji itu segera direalisasikan. Sementara saat ini perkara yang dihadapi Pak Tajudin masih berjalan. Kasasi yang diajukan penuntut umum saat ini belum ada kejelasan. Berkas Pak Tajudin hingga saat ini masih berada di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dan belum dikirim ke Mahkamah Agung,” pungkasnya. (fn)

Komentar