oleh

Bersama Kemenlu RI, KAPTEN Siap Kolaborasi Program Perlindungan WNI

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional Indonesia atau Kapten Indonesia menyambangi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Abdul Rauf Ketua Umum Kapten menjelaskan sejumlah pola kerja organisasi yang secara komprehensif menyelesaikan sejumlah masalah-masalah pada tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

“Dalam kesempatan ini, Kementerian luar negeri Republik Indonesia siap berkolaborasi dengan Kapten Indonesia di lapangan terkait penanganan buruh migran maupun hal lain terkait eksistensi WNI di luar negeri,” kata Rauf kepada suaradewan.com, Jakarta, Kamis (16/01).

banner 1280x904

Lebih khusus, lanjut pria berdarah Bugis ini, Kemenlu melalui Direktorat Perlindungan WNI juga telah menyiapkan sejumlah program kolaborasi Kemenlu dan Kapten Indonesia terutama dalam hal penanganan dan pelatihan-pelatihan Buruh MigrantIndonesia.

Baca juga  Atasi PHK Besar-Besaran, DPP Kapten Indonesia Resmi Lantik DPW Banten dan Jakarta

“Kemenlu melalui Direktorat Perlindungan WNI siap memberikan fasilitas-fasilitas pelatihan kepada kapten soal penangan BMI. Intinya, KAPTEN secara organisasi sangat selaras dengan kegiatan dan aktivitas Kemenlu RI,” pungkas Abdul Rauf.

Kesempatan yang sama, Kementerian Luar Negeri RI melalui staff Direktorat Perlindungan WNI mengapresiasi kehadiran KAPTEN. Menurutnya, KAPTEN juga harus menjaga indepedensi dalam melakukan kerja-kerja menangani Tenaga Kerja Indonesia.

“Independesi Kapten dalam hal penanganan penyedia tenaga kerja harus jelas alur kerjanya, terstruktur dan massif. Ini menjadi point penting nilai KAPTEN dimata dunia,” ucap Staff Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Toni dalam audiensi, Jakarta, Kamis (16/01).

Baca juga  Sambangi Kementerian ESDM Kapten Indonesia Sampaikan Tentang Pola Kerja

Pihaknya, Lanjut Toni, akan  bersama-sama merespon kondisi tenaga kerja baik dalam negeri dan di luar negeri.

”Walaupun masing-masing memiliki Job desk berbeda tapi di ujung bisa bersinergi program kerja,” jelas Abdul Rauf kepada wartawan.

Dinamika buruh migrant Indonesia di luar negeri memiliki banyak problem yang belum diselesaikan, mulai dari perlindungan hukum, upah buruh serta akses keberlanjutan kesejahteraan keluarga tenaga kerja luar negeri kita ini.

Dengan kehadiran Kapten Indonesia ingin menyelesaikan semua problem di atas, juga sebagai upaya membantu pemerintah terkait Buruh Migrant Indonesia. (sd)