oleh

Berkah Ramadhan Ala Romahurmuziy, Bebas Setelah Setahun Dibui

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Romahurmuziy (Eks Ketua Umum PPP), terpidana kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama resmi hirup udara bebas sejak malam ini. Terpantau, Romi keluar meninggalkan Rumah Tahanan KPK tepat pukul 21.30 WIB.

“Pertama saya ucapkan puji syukur alhamdulillah, per tanggal 29 April karena per tanggal 28 april sampai jam 24.00 saya sudah penuh menjalani hanya proses administrasi. Saya semestinya tadi pagi sudah keluar tetapi membutuhkan proses administrasi yang harus dijalani sehingga baru keluar malam ini,” kata eks Ketum PPP ini di lokasi, Rabu (29/4/2020) malam.

banner 1280x904

Romi menyatakan, bebasnya dia malam ini adalah berkah Ramadan. Menurutnya, sejumlah keputusan hukum yang berhasil diputus belum sepenuhnya berpihak kepadanya. Namun begitu, tetap disyukurinya.

“Meski belum puas dengan putusan pengadilan tinggi karena belum sesuai dengan fakta hukum yang memang mengemuka di persidangan, tetapi ini adalah berkah bulan Ramadan bagi saya, yang patut saya syukuri kembali bersama keluarga,” jelas dia.

Baca juga  Bisnis Djan Faridz Terganggu Gara-Gara Dukung Ahok

Rommy bebas dari Rutan KPK dengan dijemput oleh penasihat hukumnya, Maqdir Ismail dan Staf pribadi Rommy. Rommy keluar dari Rutan KPK mengenakan baju koko berwarna putih tanpa memakai masker tak seperti para petugas rutan serta pihak KPK dan kuasa hukumnya.

Terhadap putusan bebas ini, pihak KPK memastikan akan tetap melawan putusan majelis hakim yang mengharuskan bekas Ketum PPP itu dibebaskan dari Rumah Tahanan.

“Walaupun terdakwa keluar demi hukum, KPK memastikan tetap melakukan upaya hukum kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada awak media, Rabu malam, 29 April 2020.

Sementara itu, Pengacara Rommy, Maqdir Ismail justru menyampaikan apresiasinya terhadap Mahkamah Agung (MA), lantaran tidak menangguhkan eksekusi bebasnya Rommy meskipun KPK tengah mengajukan Kasasi atas vonis PT DKI Jakarta.

Baca juga  ICW: Korupsi Pegawai Negeri Lebih Tinggi daripada Anggota DPR dan DPRD

“Kami juga ingin menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada MA. Bagi kami ketika Mahkamah Agung tidak melakukan penahanan, kami percaya bahwa Mahkamah Agung sangat menghormati hukum dan percaya akan kebenaran putusan Pengadilan Tinggi,” ujar Maqdir.

Maqdir menegaskan, memang tugas dari aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum, tapi hukum takkan bisa tegak saat hukum ditegakkan karena ada kepentingan lain.

”Dalam menyikapi perkara Pak Rommy ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk mempercayai proses hukum yang dijalankan secara baik dan benar. Sebab dengan proses hukum yang baik dan benar itulah hukum akan tegak dan keadilan akan didapatkan,” ungkapnya. (lip/vi)

Komentar