oleh

Berikut 9 Srikandi Panitia Seleksi KPK

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Presiden Joko Widodo telah membentuk Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (21/5/2015). Pansel yang terdiri dari sembilan orang anggota dari berbagai latar belakang. Sembilan orang yang ditunjuk adalah perempuan, dengan pertimbangan kompetensi dan keberagaman keahlian. Apa saja keahlian dan latar belakang keilmuan para anggota Pansel KPK? Berikut 9 Pansel KPK yang dipilih Jokowi:

1. Destry Damayanti

banner 728x419

Ahli ekonomi keuangan dan moneter. Menjabat sebagai ketua sekaligus merangkap anggota Pansel KPK. Destry memulai karier bekerja sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) dan Asisten Peneliti di Harvard Institute for International Development (HIID).

Setelah mendapat gelar master, ia bergabung dengan Departemen Keuangan RI dan bertanggung jawab atas Analisis Fiskal dan Moneter (1992-1997). Rekam jejaknya di sektor keuangan dimulai pada Citibank sebagai Ekonom (1997 – 2000), diikuti dengan Ekonom Senior untuk Kedutaan Besar Inggris di Indonesia (2000 – 2003)

PENDIDIKAN :

S1 Ekonomi Universitas Indonesia

S2 Field of Regional Science Cornell University, New York, U.S.A.

2. Enny Nurbaningsih

Melalui pengalamannya sebagai penyelenggara Pemilu daerah dia pun dipercaya menduduki sebaga kepala badan pembinaan hukum nasional Menkunham. Berbagai pengalaman yang sudah dilakukan Dosen Hukum Tata Negara UGM ini, yang membuatnya dirinya ditunjuk oleh presiden Jokowi sebagai Pansel KPK.

KARIR

– Dosen Hukum Tata Negara, UGM, Yogyakarta

– Pengalaman Kepemiluan

– Tim seleksi KPU Kota Yogya 2001

– Tim regulasi Peraturan Pemilu Kota Yogya -2006

3. Harkrituti Harkrisnowo

Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo,S.H.MA. (lahir di Bogor, 25 Januari 1956) dikenal luas sebagai sebagai seorang yang sangat memperhatikan masalah hak asasi manusia yang kemudian menjadi Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Ia juga pernah menjadi anggota Komisi Hukum Nasional. Ia banyak memberikan kuliah di beberapa perguruan tinggi salah satunya adalah di universitas Indonesia Jakarta.

4. Betti S Alisjahbana

Betti Alisjahbana merupakan perempuan pertama se-Asia Pasifik yang menduduki jabatan Presiden Direktur IBM pada tahun 2000. Berawal dari posisi sebagai trainee, perempuan kelahiran Bandung, 2 Agustus 1960 ini mulai menapaki karir di IBM. Selanjutnya, sejak tahun 1996-1998, ia menjabat sebagai General Manager, General Business, IBM ASEAN dan Asia Selatan.

PENDIDIKAN

– Asia Pacific Global Leadership Development, Tokyo, Japan (2001)

– Global Leadership Workshop, Armonk, New York, USA (1999)

– Asia Pacific Leadership Workshop, Singapore (1997)

– Business Management Institute, Armonk, New York, USA (1996)

– Finance For Marketing, Sydney, Australia (1995)

– Marketing School, Hongkong (1986).

– S-1 Arsitektur, Institut Teknologi Bandung, Indonesia (1994)

5. Yenty Garnasih

Baca Juga:  9 Koruptor Perempuan Sepanjang 2016

Dr. Yenti Garnasih, SH, MH, lahir di Sukabumi, 11 Januari 1959. Dosen hukum pidana bidang ekonomi dan tindak pidana khusus Fakultas Hukum Trisakti ini menjadi doktor pertama Indonesia dalam bidang pencucian uang. Gelar doktor itu diraihnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) tahun 2003 setelah melakukan studi pustaka di Washington University dengan sedikitnya 500 dokumen.

Setelah menyelesaikan kuliah teori di UI, tahun 2001 Yenti berangkat ke AS untuk mencari data mengenai praktik pencucian uang di negara tersebut. Dia pun melakukan studi pustaka di Washington University. Sedikitnya 500 literatur dia baca untuk dijadikan bahan menyelesaikan studi S3 di Universitas Indonesia.

Next

Next

Komentar

Berita Lainnya