Beredar Rekaman Percakapan Menteri BUMN dengan Dirut PLN Bahas Fee Proyek

Beredar Rekaman Percakapan Menteri BUMN dengan Dirut PLN Bahas Fee Proyek

Benarkan Percakapan Yang Viral, Dirut PLN Akan Proses Hukum
Kepala Desa Adukan Pelayanan PT. PLN sub Ranting Buli Haltim Ke PLN Pusat
PLN: Tahun 2018 Seluruh Desa di Kaltim dan Kaltara 100% Terang Benderang

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Beredar rekaman percakapan lewat telepon, antara seorang pria dan wanita. Keduanya diduga membahas fee proyek energi. Dua orang tersebut adalah Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir.

Rekaman itu pertama kali diunggah akun instagram walikota_parung, Jumat (27/4/2018) dengan caption ‘Dashyaaatttt…!!!! Mau kelanjutanhya? Om butuh 1000 likes #MafiaMigas #RIwayarpertaminakiNI’,

Akun walikota_parung mengunggah sebuah video yang berisi rekaman percakapan dengan cover tulisan Rini Soemarno dan Sofyan Basir. Dalam rekaman itu, keduanya menyinggung seseorang bernama Pak Ari.

Berikut sepenggal petikan rekaman pembicaran tersebut:

Pria (P): Kemarin gini. Saya juga kaget kan Bu, saya mau cerita sama Ibu, beliau kan panggil saya, pagi kemarin kan saya baru pulang.

Wanita (W): Ya, ya, kemarin ngomong sama bapak kemarin, yang penting gini lah, udah lah yang seharusnya ngambil ini Pertamina sama PLN, jadi dua-duanya punya saham lah pak, saya bilang begitu

P: Dikasih kecil kemarin saya bertahan Bu, ya kan, beliau ngotot

W: …Sama PLN…

P: PLN. Waktu itu kan saya ketemu Pak Ari juga bu, saya bilang Pak Ari mohon maaf, masalah share ini kita duduk lagi lah Pak Ari. Ibu setuju bu

W: Saya terserah bapak-bapak lah, saya memang kan konsepnya sama-sama Pak Sofyan.

P: Betul

https://www.instagram.com/p/BiDu2O9hlfd/?taken-by=pertahanan_sipil

Baca juga  Menteri BUMN Rombak Anggota Dewan Komisaris PT Pindad
Baca juga  Rini Yakin Pemerintah Mampu Kuasai 51 Persen Saham PT Freeport Indonesia

Percakapan Rini Soemarno dan Sofyan Basir diduga terkait proyek storage LNG di Bojonegara, di Serang, Banten yang akan dibangun oleh PT. Bumi Sarana Migas (BSM). Terminal Penerimaan LNG Bojonegara di Serang, Banten dijadwalkan selesai dibangun 2020.

Pertamina dan PT Bumi Sarana Migas akan membentuk Joint Venture (JV) untuk proyek Terminal Penerimaan LNG ini. Di terminal ini rencananya akan ada juga fasilitas regasifikasi dan pembangkit listrik. Kapasitasnya 500 MMSCFD atau setara dengan 4 juta ton LNG.

Proyek penyediaan energi ini pada akhirnya tidak terealisasi karena memang belum diyakini dapat memberikan keuntungan optimal, baik untuk Pertamina maupun PLN. (det)

COMMENTS