oleh

Berburu Aset Negara Hingga ke Negeri London

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Dalam rangka mengembalikan aset negara yang terkuras habis karena skandal Bank Century, Kementerian Hukum dan HAM terus melakukan upaya pengejaran. Tak peduli di manapun aset tersebut bertumpuk, upaya tersebut terus dilakukan demi menutupi kerugian yang melanda akibat skandal korupsi besar-besaran ini.

Di hadapan para wartawan, Menkumham Yasona Laoly yang turut langsung melakukan perburuan aset negara ini menceritakan bahwa dirinya tengah berada di Landon, Inggris, saat panggilan KPK terjadi.

banner 728x419

“Itu memburu asetnya Robert Tantular, saya bertemu dengan chief minister, Jaksa Agungnya (Inggris). Lalu bertemu dengan senatnya,” ungkap Yasona di sela rapat di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (13/2/2017).

Pembicaraan yang Yasona lakukan dengan mewakili pemerintah ini bertujuan agar diadakan kerja sama mutual legal assistance demi membekukan semua aset yang dimiliki oleh Robert. Dan menurut informasi yang diterima, aset tersebut berada di wilayah London hari ini, tepatnya di Jersey, yang merupakan daerah otonom di Inggris, sebuah wilayah yang dikenal sebagai surga bebas pajak (tax heaven).

“Saya bertemu dengan utusan khusus Menteri Luar Negeri membicarakan itu dalam membahas kerja sama,” imbuh Yasona.

Dalam penelusuran lebih lanjut ini, Yasona mengakui bahwa pemerintah agak kesulitan karena ada upaya terpidana skandal Bank Century lainnya. Seperti diketahui, Hesham al-Warraq, warga Inggris kelahiran Mesir, dan Rafat Ali Rizvi, warga Arab Saudi, terlibat serta dalam kasus skandal ini melalui Organisasi Konferensi Islam (OKI). Dan yang menjadi soal adalah adanya vonis bersalah terhadap warga Arab Saudi itu oleh Pengadilan Indonesia, yang dilakukan secara in absentia.

Sementara bagi pihak Indonesia sendiri, vonis bersalah terhadap keduanya tersebut sudah sesuai dengan standar hukum internasional. Bahkan keduanya juga sudah disurati, yang intinya meminta gugatan dari keduanya melalui mekanisme Peninjauan Kembali (PK) jika pihaknya berkeberatan dengan putusan Mahkamah Agung yang menetapkan mereka sebagai pelaku.

“Tetapi itu tidak dijawab,” tambahnya.

Ditegaskan pula oleh Yasona bahwa Pemerintah RI akan menindak semua pelaku kejahatan. Untuk para tersangka, harapnya, sebaiknya berusaha mengembalikan aset-aset tersebut demi mengembalikan kerugian negara Indonesia.

“Itu yang saya katakan. You can run, but you cannot hide (Anda bisa lari, tapi tak bisa bersembunyi),” tegas Yasona. (ms)

Komentar

Berita Lainnya