oleh

Begini Perbandingan Gaji Pesepakbola Wanita Eropa dan AS

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Perjuangan pesepak bola wanita Eropa untuk bisa mendapatkan kesetaraan terus bergerak maju. Hal itu ditunjukkan setelah penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Kadidiatou Diani, menandatangai kontrak baru dengan klub. Dalam kontrak tersebut, Diani menjadi salah satu pemain wanita bergaji paling tinggi di dunia. Diani hanya berada di belakang peraih Ballon d’Or 2018, Ada Hagerberg.

Pemain berusia 25 tahun itu menandatangani kontrak selama tiga tahun ke depan. Ia berkomitmen melanjutkan masa depannya di PSG dan menolak tawaran dari rival di Pranics, Lyon.

banner 1280x904
Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Kadidiatou Diani

Dikutip dari Goal, Selasa (5/5), Diani digaji sebesar 30 ribu euro atau Rp 493 juta per bulan. Penandatanganan kon trak Diani bukan satu-satunya kesepakatan besar oleh PSG. Sebelumnya, klub asal Paris itu memperpanjang kontrak Nadia Nadim hingga 2021.

Keputusan Diani ini juga didasarkan pada tempat tinggal di Paris. Meskipun Direktur Olahraga PSG Leonardo memanggilnya secara personal untuk meyakinkan bertahan di Parc des Princes. Sebab, Diani digoda oleh CEO Lyon, yang ingin menduetkannya dengan Hagerberd di lini serang.

Amandine Henry

Dengan kesepakatan baru ini, Diani akan dibayar selevel dengan rekan setimnya di tim nasional Prancis, Amandine Henry, yang digaji 360 ribu euro per musim. Sementara, Hagerberg dibayar sebesar 400 ribu euro per musim. Di belakang Henry, ada bek Prancis Wendie Renard, dan kini Diani dengan total penghasilan sebesar 348 ribu euro.

Baca juga  Selamat Hari Raya Idul Fitri Kepada Semua Penggemar Sepakbola Eropa
Pemain tim nasional wanita Amerika Serikat, Carli Llyod

Pemain tim nasional wanita Amerika Serikat, Carli Llyod, turun dari peringkat lima besar sebagai pemain NWSL yang dibayar paling tinggi. Diani sendiri sudah mencetak 31 gol dalam 60 penam pil annya di liga untuk PSG, sejak bergabung ke PSG pada 2017 dari Juvisy, yang sekarang dikenal sebagai Paris FC.

Sebagai tambahan, Diani sudah mencetak 10 gol dalam 56 penampilannya bersama tim nasional Prancis. Ia masuk dalam skuat Ayam Jantan dalam Piala Dunia, Olimpiade 2016, hingga Piala Eropa 2017.

Perjuangan Diani cs di Prancis mungkin tidak semulus pesepak bola wanita di Amerika Serikat. Skuat pemenang Piala Dunia Wanita Megan Rapinoe dan Alex Morgan sedang melakukan banding usai kalah di pengadilan dalam perjuangan kesetaraan gaji.

Megan Rapinoe dan Alex Morgan

Pekan lalu, hakim Gary Klausner menolak klaim bahwa pesepak bola wanita dibayar jauh dari yang seharusnya jika dibandingkan pemain pria di Amerika. Tuntutan tersebut dilayangkan pada Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF), yang dinilai mengabaikan Equal Pay Act.

Baca juga  Prancis Terbuka, Rivalitas Sengit Maria Sharapova vs Serena Williams di Babak Empat

“Kami terkejut (permohonan ditolak), kami jelas akan melakukan banding,” ucap Morgan, dikutip dari BBC, Selasa (5/5).

Menurut dia, keputusan itu tidak adil. Ia menilai, jika saja semua orang tahu hati dari timnya, yang merupakan pejuang, mungkin akan sepakat dengan permohonan tersebut. Namun, Morgan tak patah arang. Ia bersama rekannya akan terus berjuang untuk mendapatkan kesetaraan gaji.

Rapinoe menilai, keputusan hakim itu menyesatkan. Dalam periode yang dimaksud, tim wanita memainkan 111 pertandingan dan menghasilkan 24,5 juta dolar AS. Sementara, tim pria bermain 87 kali dan dibayar 18,5 juta dolar AS. Namun, tim pria secara substansi dibayar lebih besar jika lolos Piala Dunia 2018.

Oleh karena itu, Rapinoe menilai, jika pemain wanita berada dalam kontrak yang sama dengan pria, mereka akan menghasilkan tiga kali lipat dari yang dihasilkan sekarang. “Jadi, rata-rata bayarannya sangat berbeda. Itu mengecewakan,” ungkap Rapinoe. (yh)

Komentar