oleh

Bebas dari Sorot Media, Pungli di Garut Resahkan Para Pendaki Gunung

GARUT, SUARADEWAN.com – Bagi para pecinta kegiatan mendaki gunung, permasalahan sampah yang ditimbulkan pendaki tak bertanggung jawab sudah menjadi sorotan di banyak media nasional. Akan tetapi, para pendaki gunung lainnya ternyata memiliki satu permasalahan lagi yang cukup meresahkan, yaitu adanya pungutan liar (pungli).

Garut, adalah destinasi wisata bagi para pecinta alam. Tipografinya yang dikelilingi gunung-gunung tinggi menjadikannya sebagai Swiss Van Java di Indonesia. Salah satu gunung paling terkenal di sini adalah Gunung Papandayan. Sayang, pengelolaan transportasi menuju tempat wisata tersebut dikeluhkan oleh para wisatawan. Sebut saja Elina, dalam postingannya pada grup “Pendaki Indonesia” di Facebook menulis bahwa ketika ia membawa rombongannya dengan sebuah mobil bak terbuka, mereka ditahan oleh sekelompok pemuda di daerah Cisurupan. Sekelompok pemuda tersebut memaksa mereka turun dan berpindah pada mobil bak terbuka lainnya yang sudah disediakan.

banner 1285x856

Menanggapi postingan tersebut, seorang pengguna Facebook bernama Roji mengatakan bahwa tak hanya di Papandayan, di daerah wisata Cikuray juga banyak terdapat pungli. Biasanya mereka sudah membayar tiket masuk pertama pada loket resmi dengan penjaga berseragam dinas, namun di tengah perjalanan saat pendakian mereka harus membayar kembali dengan embel-embel ‘relawan’. Keluhan juga disampaikan Ade Affandi, pendaki asal Depok yang ketika ditemui di rumahnya, mengatakan pernah dimintai sejumlah uang oleh pemilik mobil bak terbuka yang mengikuti rombongannya dari terminal Guntur hingga Papandayan.

Sebagai perbandingan, di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak ditemukan pungli ketika kendaraan luar ingin menuju pos pendakian dan registrasi pembayaran hanya dilakukan satu kali di pos awal. Semua dikenakan tarif yang sama dan jelas tidak merugikan wisatawan seperti yang terjadi di Garut. Peristiwa ini diharapkan dapat menjadi perhatian lebih pemerintah daerah terkait untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan, sehingga Garut tetap menjadi destinasi idaman para pendaki gunung. (zz)

Komentar

Berita Lainnya