oleh

Bawaslu Mulai Pantau Tim Kampanye dan Relawan Bagi-bagi Paket Bantuan

MANADO, SUARADEWAN.com – Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sulawesi Utara (Bawaslu Sulut) memberikan peringatan kepada Tim Kampanye dan Relawan Pasangan Calon Kepala Daerah bahwa aksi bagi-bagi sembako dan apapun jenisnya tidak bisa lagi dilakukan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut Supriyadi Pangellu, Kamis (24/9) malam. Menurutnya, bila sebelum penetapan adanya aksi sosial berupa bagi-bagi beras dan sejenisnya kepada masyarakat disertai tanda gambar, maka sejak sejak ditetapkan sebagai pasangan calon dan tahapan pencabutan nomor urut.

banner 1280x904

“Sejak ditetapkan sebagai pasangan calon, semua gerak-gerik pasangan calon bahkan tim kampanye dan relawan yang terafiliasi dengan calon tertentu akan menjadi objek pengawasan Badan Pengawas Pemilu. Meskipun itu atas nama bantuan sosial untuk keluarga yang terdampak Covid 19,” kata dia.

Baca juga  Konsolidasikan Panwascam Se-Sulut, Bawaslu Sulut: Jaga Soliditas dan Kekompakan!

Bawaslu dalam melaksanakan tugas dan fungsi pengawasannya, akan mengacu pada Perbawaslu yang selalu beririsan dalam terapannya dengan PKPU. Tak hanya bagi-bagi bantuan. Pasangan calon ataupun tim kampanye dan relawan pasangan calon tertentu yang kedapatan menggelar acara, pertemuan atau kegiatan lain yang menyebabkan kerumunan orang, juga menjadi bagian dari pengawasan Bawaslu.

Baca juga  Awasi Coklit Data Pemilih, Bawaslu Sulut: Semua Data Harus Valid, dan Menjamin Hak Pilih

“Untuk pelanggaran jenis ini, akan dikenai sanksi berupa larangan berkampanye selama beberapa waktu,” tandasnya.

Memang aturan berkerumun di masa kampanye Pilkada tergolong baru sekali ini terjadi karena memang Pilkada 2020 digelar di tengah pandemi Covid 19.

“Itulah sebabnya regulasi yang dikeluarkan standardnya adalah pengetatan protokol kesehatan dengan sanksi tegas bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan,” pungkas komisioner Bawaslu yang berlatar belakang pengacara. (rin/*)

Komentar