oleh

Bawaslu Gagas Gerakan Tolak Politik Uang, Politisasi SARA dan Ujaran Kebencian

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menggelar pertemuan dengan berbagai unsur masyarakat. Bawaslu menggagas gerakan bersama tolak politik uang, politisasi SARA, dan ujaran kebencian.

Pertemuan ini digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (19/4/2018). Ada 155 peserta gabungan dari lembaga perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, organisasi pemantau, dan lembaga survei yang hadir dalam acara yang dibuka Ketua Bawaslu RI Abhan itu.

banner 1280x904

“Bahwa UU mengamanatkan Bawaslu ditugasi melakukan pencegahan Politik Uang. Jadi ini adalah amanat undang-undang,” kata Abhan dalam sambutannya.

Baca juga  Istana: Pernyataan 'Berantem' Presiden Jokowi kepada Relawan Hanya Kiasan

Abhan menjelaskan saat ini Politik uang sudah menjadi momok dalam demokrasi. Hal ini menjadi tantangan Bawaslu dan semua pihak untuk mengeliminasi persoalan Politik Uang dalam pemilu dan pilkada.

“Kita sudah lihat berapa kepala daerah dan berapa anggota DPR yang tersangkut dalam persoalan korupsi, tidak lain ini karena persoalan Politik Uang,” imbuhnya.

Baca juga  Sejumlah Politisi Senayan Pindah Partai, DPR Akan Banjir PAW

Karena itu, Abhan menambahkan, forum ini tidak hanya untuk menguatkan stakeholder terkait. Tetapi juga memunculkan sinergi dengan seluruh komponen masyarakat.

“Tidak hanya penguatan stakeholder, tapi juga bagaimana forum ini bisa mengawal konsolidasi demokrasi di Indonesia, dengan sinergi antara penyelenggara pengawas dan seluruh komponen masyarakat pemilu di Indonesia,” ujar Abhan. (det)

Komentar