oleh

Bawaslu DKI : Ada Indikasi Mobilisasi Massa Saat Hari H Pemungutan Suara

mJAKARTA, SUARADEWAN.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mensinyalir ada memobilisasi warga saat pemungutan suara berlangsung pada Rabu (15/2/17) lalu. Mobilisasi tersebut untuk mengarahkan warga untuk memilih salah satu pasangan calon.

Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti menyebut, dugaan ini mengacu pada temuan adanya penggandaan surat pernyataan daftar pemilih tambahan (DPTb). Menurutnya, Surat pernyataan DPTb seharusnya tak boleh digandakan. Dokumen itu juga hanya tersedia 20 lembar di tiap-tiap TPS ibu kota

banner 728x419

“Pukul 12.00-13.00, pemilih punya potensi dimobilisasi karena dia pakai kategori DPTb. Modalnya hanya E-KTP karena tidak terdaftar dalam DPT. Kami telusuri itu,” ujar Minah, Jumat (17/2/17).

Baca Juga:  Politik Uang di Pilkada DKI, dari Kopi sampai Kirim Sapi

Minah mengatakan, pengerahan massa dalam memilih calon tertentu sangat rawan terjadi di kawasan rusun dan apartemen. “Potensi mobilisasi massa untuk pemilih DPTb di rusun, apartemen, maka Bawaslu akan melakukan penelusuran lebih lanjut,” tutur Minah.

Contoh kasus penggandaan surat DPTb yang ditemukan Bawaslu terjadi di salah satu TPS di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Diduga, penggandaan tersebut dilakukan penyelenggara pemungutan suara (KPPS)

Baca Juga:  Perludem: Pelaku Penghilangan Hak Suara Warga Bisa Dipidanakan

“Di Cengkareng Timur itu dia pakai DPTb difotokopi (KPPS) (untuk) 139 orang. Itu yang namanya mobilisasi, tetapi kan menemukan seseorang yang mengarahkan ke Paslon tertentu ini enggak mudah, enggak kelihatan,” sebut Minah.

Minah mengungkapkan, Bawaslu akan melakukan perbandingan jumlah data surat keterangan yang dimiliki Dinas Dukcapil DKI Jakarta dengan jumlah data yang terpakai dalam pemungutan suara Pilkada DKI 2017 untuk menelusuri temuan tersebut. (DD)

Komentar

Berita Lainnya