Baru Dua Bulan Keluar Penjara, Residivis Pemalsu Uang Ini Kembali Ditangkap

Baru Dua Bulan Keluar Penjara, Residivis Pemalsu Uang Ini Kembali Ditangkap

Polisi Ciduk Residivis Pembuat Uang Palsu
Niat Eksekusi Rumah, PN Rembang Malah Ungkap Pembuatan Uang Palsu
Lagi, Jelang Lebaran Polisi Ciduk Pemalsu Uang di Bengkalis

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Bareskrim Polri menangkap pelaku pembuat uang palsu berinisial MA (44) di rumahnya, Jalan Gunawan, Rajabasa, Lampung Selatan pada Rabu, 14 Juni 2017 lalu.

MA diketahui merupakan residivis yang baru dua bulan lalu keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Salemba, Jakarta Pusat dengan kasus yang sama. Sebelumnya MA dihukum pidana penjara 1 tahun 8 bulan.

“Saudara MA ini baru dua bulan lalu keluar dari LP Salemba untuk kasus uang palsu juga. Jadi MA ini dihukum 1 tahun 8 bulan penjara di Salemba untuk kasus uang palsu yang ditangkap Polda Metro Jaya,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Bridgen Polisi Agung Setya, di Gedung Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (16/6/2017).

Penangkapan terhadap MA bermula atas laporan seorang informan kepada polisi awal Juni lalu. Dari informasi tersebut, polisi yang mengetahui MA sedang beraksi di wilayah Bandar Lampung akhirnya melakukan penyelidikan di lapangan. Dengan beberapa petunjuk dan bukti kuat, polisi ‘memancing’ pelaku melalui transaksi di sebuah lokasi berupa rumah kontrakan.

Baca juga  Niat Eksekusi Rumah, PN Rembang Malah Ungkap Pembuatan Uang Palsu

Di rumah kontrakan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni 1.000 lembar uang palsu pecahan Rp 50.000, baik yang sudah dipotong atau belum. Serta alat pembuat uang palsu, berupa laptop/monitor untuk mendesain uang palsu, printer, alat pemotong kertas dan kertas untuk membuat uang palsu.

“Di rumahnya itu ada tiga ruangan, salah satunya dipakai sebagai ruangan produksi dimana ada tiga printer, satu layar monitor, ada pressing untuk laminating yang fungsinya untuk membuat kesan kasar di kertas tapi tidak bisa mirip yang asli. Ada juga ruang untuk memotong kertas dan hasil sablonnya kemudian mengepacknya,” imbuh Agung.

Baca juga  Lagi, Jelang Lebaran Polisi Ciduk Pemalsu Uang di Bengkalis

Lanjutnya, produksi uang palsu tersebut baru pertama kali, sehingga belum sempat diedarkan. Namun, dari pengakuan MA, uang palsu tersebut akan diedarkan di Jakarta jelang hari lebaran.

“Belum sempat diedarkan sudah ditangkap. Belum sempat ia menikmati hasilnya, sudah kami gagalkan duluan,” tutur Agung.

Atas perbuatannya, MA akan dijerat Pasal 36 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun. Agung juga mengatakan bahwa hukuman MA sekarang pasti jauh lebih berat dari hukuman sebelumnya. (ms/de/ko)

COMMENTS