oleh

Bareskrim Polri Ungkap Pembobolan Bank Bermodus Kredit Fiktif

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Badan Reserse Kriminal Keposian Republik Indonesia berhasil mengungkap upaya pembobolan 7 (tujuh) bank dengan modus kredit fiktif senilai Rp. 836 miliar.

Dalam aksi kriminalitas ini, polisi telah mengamankan dua pelakunya.

banner 728x419

“Kasus ini terungkap setelah kami dan bank secara intens melakukan komunikasi atas kasus ini. Ada empat bank yang melaporkan ke kami, bank swasta dan pemerintah,” terang Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Dua pelaku tersebut adalah HS dari PT Rockit Aldeway. Ia menjadi pengaju kredit dan dibantu oleh D selaku menajer representatif sebuah bank yang ditangkap pada 23 Februari 2017 lalu.

Sebagaimana diungkap, modus kejatahan yang dilakukan pelaku, yakni dengan pengajuan kredit yang menggunakan nama beberapa perusahaan ke sejumlah bank berbeda. HS diduga telah mempailitkan perusahaan-perusahaan tersebut agar dapat menghindar dari kewajiban pembayaran.

Aksi kriminalitas ini sendiri terjadi dalam kurun waktu Maret hingga Desember 2015. Dan sejauh ini, sudah ada 7 bank yang ditetapkan sebagai korban pembobolan dari kedua tersangka yang bersangkutan.

“Total kerugian untuk bank pemerintah sebesar Rp 398 miliar. Sementara abnk swasta mengalami kerugian hingga Rp 438 miliar,” tambahnya.

Akibat aksinya, kedua tersangka dijerat dengan tiga pasal berlapis, yakni Pasal 49 ayat 2 UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Pasal 263 dan 378 KUHP, serta Pasal 3 dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, dengan ancaman pidana penjara 15 tahun.

Adapun barang bukti yang telah disita, yakni sejumlah dokumen pengajuan dan perjanjian kredit modal kerja. Dan upaya pengungkapan ini senderi dilakukan oleh Bareskrim Polri yang bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Pusat dalam menelusuri lebih jauh aliran atau penggunaan dana kredit tersebut. (ms)

Komentar

Berita Lainnya