Bantu Amankan Natal dan Tahun Baru, Banser Tangerang Gelar Kesiapan Pasukan

Bantu Amankan Natal dan Tahun Baru, Banser Tangerang Gelar Kesiapan Pasukan

TANGERANG, SUARADEWAN.com - Aktifitas pengamanan Natal dan Tahun Baru sebagai upaya cipta kondisi bagi masyarakat merupakan program rutin Banser Kabup

Komitmen Banser NU dan GP Ansor: HTI Tak Boleh Ada di Bumi Indonesia
Ketua GP Ansor Instruksikan ke Kadernya Jaga dan Kawal Perppu Ormas
ISIS Siap Perang, Banser NU: Kami Tidak Takut

TANGERANG, SUARADEWAN.com – Aktifitas pengamanan Natal dan Tahun Baru sebagai upaya cipta kondisi bagi masyarakat merupakan program rutin Banser Kabupaten Tangerang. Hal ini dilakukan dalam rangka membantu aparat keamanan menjaga keamanan lingkungan dan kenyamanan masyarakat yang memperingati Natal dan menikmati liburan tahun baru.

Ketua Cabang GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda, dalam upacara Gelar Pasukan sekaligus Penutupan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser menuturkan, bahwa ini bentuk komitment Banser sebagai garda terdepan dan benteng NKRI.

“Setiap tahun kami menyiapkan puluhan bahkan ratusan personil Banser untuk membantu aparat kepolisian dalam menciptakan keamanan menjelang natal dan tahun baru,” ujarnya di PP Miftahul Jannah Cikupa, pada Minggu (24/12/ 2017).

Baca juga  Mall WTC Matahari Berbagi Kasih Ramadhan Dengan 100 Anak Yatim dan Dhuafa

Ketika disinggung tentang maraknya hujatan terhadap banser yang sering menjaga Gereja, Huda mengaku, bahwa itu hanya dilakukan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak faham terhadap visi misi dan tugas Banser.

Khoirun Huda saat menjadi inspektur upacara, (24/12)

“Mereka pasti tidak paham tentang visi misi, tugas dan tanggung jawab Banser. Kami lakukan ini pada hakekatnya adalah dalam menjaga negara menjaga Indonesia,” tegasnya.

Pada peringatan Natal tahun ini menurut Huda, ada beberapa Gereja yang meminta bantuan pengamanan secara resmi diantaranya Gereja ST.Gregorius, Gereja ST. Odelia Citra Raya, GKI Panongan dan GKJ Pasar kemis.

Baca juga  Lagi, Kampanye Khilafah HTI Mendapat Penolakan Dari Masyarakat

“Beberapa gereja memang meminta bantuan secara resmi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PAC Ansor Cikupa sebagai penyelenggara DTD Ahmad Rapiudin menjelaskan, dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) ini diikuti oleh 110 peserta. Selama kegiatan Diklat berlangsung, peserta diberikan berbagai materi baik materi ideologisasi maupun materi-materi yang bersifat fisik.

“Ada 9 materi pokok yang diberikan kepada peserta. Diantaranya, wawasan kebangsaan, ke Nu-an dan ke-Indonesiaan, Ke-Banseran, pelatihan baris berbaris, tata upacara bendera, pengenalan senjata ringan, dan juga pengisian Ke-Bathinan,” tutupnya. (FN)

COMMENTS

DISQUS: