oleh

Bamsoet Donasikan Tiga Bulan Gajinya Sebagai Ketua MPR Bantu Penanganan Corona

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Ketua MPR RI Bambang Soesatyo akan memberikan seluruh gajinya selama tiga bulan sebagai wakil rakyat untuk membantu penanganan wabah virus corona di Indonesia.

“Saya sendiri akan mendonasikan gaji saya sebagai Ketua MPR RI selama tiga bulan ke depan untuk membantu mengatasi wabah corona,” ujar Bamsoet dalam keterangan persnya, Selasa (23/3/2020).

banner 1280x904

Sebagai informasi besaran gaji pokok Ketua dan anggota MPR diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2000 tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara dan Anggota Lembaga Tinggi Negara Serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi Negara.

Untuk Ketua MPR RI, gaji pokoknya sebesar Rp 5.040.000. Selain itu, ada juga uang kehormatan bagi anggota MPR yang tidak merangkap sebagai anggota DPR, yakni sebesar Rp 1.750.000.

Baca juga  Bamsoet Mundur, Airlangga Klaim Bamsoet Berada di Barisannya

Selain gaji pokok, Ketua MPR RI dan anggota juga berhak mendapatkan rumah dinas, kendaraan dinas, dan fasilitas lain yang menunjang pekerjaannya. Meski terbilang kecil gaji pokoknya, namun tunjangan bulanan anggota MPR jauh lebih besar.

Sama seperti anggota DPR, setiap anggota MPR berhak mendapat tunjangan listrik dan telepon, tunjangan aspirasi, tunjangan kehormatan, tunjangan komunikasi, hingga tunjangan untuk peningkatan fungsi pengawasan. Apabila anggota MPR itu juga merupakan anggota DPR, maka tunjangan bulanannya bisa mencapai Rp 60 juta.

Baca juga  Dandel: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sulut Capai 76,67 Persen

Di sisi lain, Bamsoet berharap pemerintah tidak hanya mampu menangani wabah virus corona ini. Namun juga mampu mengatasi dampak ekonomi dan kesejahteraan yang ditimbulkan. Sebab, wabah virus corona ini memukul pendapatan para pekerja di sektor informal.

“Kami yakin dan percaya, pemerintah sebagai pemegang mandat rakyat yang mengelola keuangan negara pasti mampu menemukan solusi jitu agar para driver ojek online, UMKM, maupun pekerja di sektor informal bisa terselamatkan periuk dapurnya di saat seperti ini,” tutupnya. (ko)

Komentar