Bahaya E-Rokok dan Pengaruhnya Terhadap Sperma

Bahaya E-Rokok dan Pengaruhnya Terhadap Sperma

David Sanford Scherer: Gema Takbir Menuntunku kepada Islam
10 Tempat Pemandangan Luar Biasa Di Berbagai Belahan Dunia
Komik X-Men berisi pesan-pesan Aksi Bela Islam

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Secara umum, merokok tidak hanya menyebabkan gangguan kehamilan pada perempuan, tetapi juga dapat merusak kesuburan pria melalui kerusakan DNA pada sperma. Tetapi karena sukarnya menghentikan kebiasaan ini di kalangan pria, dipromosikanlah rokok eletrik atau e-rokok sebagai alternatif sehat untuk merokok.

Meski sebagai alternatif, ternyata e-rokok justru jauh lebih berbahaya daripada rokok konvensional. Diketahui, penyedap dalam ­e-rokok itulah yang menjadi pemicu kerusakan sperma. Hasil studi memperlihat, penyedap berbahan kayu manis dalam e-rokok membuat sperma berenang lebih lambat dari yang seharusnya.

Bubble gum, rasa lain yang juga popular dalam e-rokok, mampu membunuh sel-sel di testis yang membantu memproduksi sperma. Temuan dari para peneliti di University College, London ini kian memperkuat bahwa penyedap pada e-rokok, seperti butterscotch dan mentol, mengandung bahan kimia penyebab kanker, termasuk formaldehida, serta merusak paru-paru melalui pembunuhan sel bronkial.

Menurut Dr. Helen O’Neill, yang merepresentasikan temuannya ke British Fertility Conference di Edinburgh, mengatakan bahwa hasil penelitian tersebut sangat mengejutkan.

“Dalam hal motilitas, perkembangan dan konsentrasi sperma, ada efek yang sangat merugikan,” ujarnya pada Minggu (12/2/2017).

Baginya, ini tentu sangat berbahaya oleh karena e-rokok sudah dipromosikan besar-besaran sebagai alternatif sehat untuk merokok.

“E-rokok dipromosikan sebagai alternatif sehat untuk merokok, hal yang sehat untuk dilakukan. Vaping (rokok elektrik) diandaikan kurang berbahaya dibanding rokok konvensional. Tapi tetap saja, jenis ini tidak tanpa efek berbahaya,” sambungnya.

Seperti diketahui, ada 7.000 rasa berbeda dari rokok elektronik, tapi yang diuji hanya ada dua rasa yang paling popular, yakni rasa kayu manis dan permen karet, beserta perangkatnya yang mengandung propylene glycol—cairan hambar yang digunakan dalam produksi uap.

Adapun sampel sperma yang diambil adalah berasal dari 30 laki-laki. Peneliti menemukan bahwa sperma yang terkena konsentrasi tertinggi dari penyedap e-rokok bergerak lebih lambat secara signifikan. Di samping itu, kecepatan berenangnya juga terpengaruh. Dan yang paling besar pengaruhnya berasal dari penyedap rasa kayu manis dalam e-rokok. (ms)

COMMENTS