Bagikan Sepeda, Pemerintah Kota Tangsel Peringati Hari Anak Nasional

Bagikan Sepeda, Pemerintah Kota Tangsel Peringati Hari Anak Nasional

Wakil Walikota Tangsel Sambangi Posko Pengaduan di Kelurahan Pisangan
Meriah, Ratusan Warga Ikuti Gowes Bareng Jelang HUT Tangsel Ke-9 di CFD BSD City
Bangun Sekolah Menyenangkan, Wakil Walikota Tangsel Launching GSBM

TANGSEL, SUARADEWAN.com — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB), peringati Hari Anak Nasional di Gedung Graha Widya Bhakti, Kecamatan Setu, pada Selasa 31 Juli 2018.

Kegiatan yang berlangsung sekira pukul 08.00 WIB tersebut mengusung tema “Memastikan Semua Anak Indonesia GENIUS
(Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat).

Usai membagikan lima sepeda gunung kepada anak-anak yang mampu menjawab pertanyaannya, kepada sejumlah awak media Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Tangsel sebagai kota baru bertekad untuk menjadikan Tangsel sebagai Kota Layak Anak (KLA) dengan membangun sejumlah fasilitas untuk anak.

“Fasilitas-fasilitas sudah kita bangun, beberapa taman rekresiasi terus kita lengkapi, sistim kurikulum dengan muatan lokal kita juga lengkapi. Tapi semua itu tidak ada artinya jika tidak ada peran serta dari masyarakat khususnya orang tua,” katanya.

Baca juga  Setelah Ditinggal Ibu, Dua Pelajar SMP ini 'Ngotot' Menikah

Benyamin menerangkan penetapan Kota Layak Anak, atau pemenuhan infrastruktur menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya sejumlah perilaku negatif. Diantaranya, kekerasan terhadap anak, penyalahgunaan obat-obat terlarang, penggunaan gadget diluar batas wajar, dan juga penggunaan motor belum pada umumnya.

“Arahkan anak-anak ke tempat yang menjadi bertambatnya mereka, bergaulnya mereka,” terangnya.

Ketika disinggung soal angka kekerasan anak di Tangsel apakah meningkat atau menurun, Benyamin mengaku tidak hafal secara kuantifnya. Akan tetapi menurutnya, kekerasan pada anak di Tangsel masih terjadi.

“Secara kuantitatifnya tidak hafal, tetapi memang masih terjadi kekerasan anak di Tangsel yang latar belakangnya karena masalah ekonomi, kemudian juga ada sedikit karena pengaruh minuman keras. Kita juga punya Satuan Tugas (Satgas) perlindungan anak sampai ketingkat RW, kita harapkan ketika terjadi kekerasan, Satgas ini bisa melaporkan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Baca juga  Meriah, Ratusan Warga Ikuti Gowes Bareng Jelang HUT Tangsel Ke-9 di CFD BSD City

Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang menyempatkan hadir diakhir acara tersebut mengimbau para orang tua dan seluruh kalangan masyarakat untuk memastikan, agar anak-anak tumbuh sehat secara rohani dan jasmani.

“Tugas kita adalah terus melakukan evaluasi, sebab anak-anak merupakan generasi bangsa yang kita miliki. Jadi mari kita berikan mereka puluang dan bimbingan yang baik untuk mereka, agar sehat rohani dan jasmaninya. Karena anak-anak Indonesia berhak hidup bahagia,” pungkasnya. (FN)

COMMENTS