Audiensi Dengan Kejagung, JAPEMKUM Bahas Soal Terpidana Atto Sakmiwata & Mantan Bupati Kolaka

Audiensi Dengan Kejagung, JAPEMKUM Bahas Soal Terpidana Atto Sakmiwata & Mantan Bupati Kolaka

Gelar Seminar Pemuda, MPPI Sekaligus Launching Buku Putra Asli Kolaka
Ketua Komisariat se-Cabang Kolaka, Membantah Adanya Konferensi Cabang dan Pelantikan HMI Cabang Kolaka
Silaturahmi Dengan Bupati, HMI Tegaskan Kesiapan Memajukan Kabupaten Kolaka

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Jaringan Advokasi dan Pemerhati Hukum (JAPEMKUM) berkunjung ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Kamis 16/05/2019. Dalam Kunjungan itu Japemkum mempertanyakan eksekusi pidana terhadap dua terpidana kasus Korupsi jual beli Ore Nikel Kadar Rendah yakni Atto Sakmiwata Sampe Toding dan mantan Bupati Kolaka Buhari Matta.

Menurut Koordinator JAPEMKUM Hersan, penegakan hukum yang terkesan berjalan di tempat terhadap kedua terpidana mengundang banyak pertanyaan.

“Penegakan hukum dari Kejaksaan yang hari ini terlihat berjalan di tempat tentu mengundang banyak pertanyaan padahal jika melihat putusannya kerugian negara cukup besar, terlebih lagi kasus ini sudah lama sebab diputus pada tingkat kasasi oleh Mahkamah Agung pada tahun 2014,” ungkap Hersan dalam pertemuan itu.

Baca juga  Gelar Seminar Pemuda, MPPI Sekaligus Launching Buku Putra Asli Kolaka

Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI ini juga mempertanyakan soal Komitmen Program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 oleh kejaksaan dimana dalam setiap bulannya setiap kejaksaan tinggi diwajibkan menangkap satu boronan dan hal itu terlihat tidak berlaku bagi kedua terpidana.

“Buktinya sampai hari ini belum tertangkap juga, padahal kejaksaan dengan alat yang dimiliki bisa dengan mudah menemukan. Dan kami berkomitmen untuk mengawal prosesnya, jika belum ada perkembangan maka sepertinya harus menggunakan upaya lain agar masalah ini mendapat perhatian Publik, karena bisa jadi penegakan hukum yang berjalan di tempat dikarenakan tidak adanya perhatian publik,” tambahnya.

Baca juga  Silaturahmi Dengan Bupati, HMI Tegaskan Kesiapan Memajukan Kabupaten Kolaka

Sementara itu Kejaksaan Agung yang diwakili oleh Kasubdit Hubungan antar lembaga non pemerintah Toto SH, menegaskan untuk tetap mengawal dan memonitor melalui alat yang dimiliki Kejagung, serta akan segera berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kolaka agar lebih intens dalam mengusut kasus ini.

“Sampai hari ini kami tetap monitor melalui tekhnologi yang ada untuk melacak posisi kedua terdakwa, kemudian kami akan berkoordinasi dan meminta Kepada Kejaksaan Negeri Kolaka agar lebih intens dalam mengusut kasus ini, dan terakhir kami juga meminta kerja sama kepada teman-teman dalam hal yang berkaitan dengan informasi kedua terpidana agar nantinya disampaikan kepada kami,” pungkas Toto, SH dalam pertemuan itu. (sd)

COMMENTS