oleh

AS dan PBB Ajak Negara Dunia Atasi Nuklir Korea Utara

WASHINGTON, SUARADEWAN.com – Propaganda nuklir terus dilakukan oleh Presiden Pemerintah Korea Utara Kim Jong-un. Meski mendapat ancaman dari negara-negara tetangga seperti Korea Selatan dan Jepang, tampaknya pemimpin diktator Korea Utara tersebut takkan menghentikan milisinya.

Kendati telah dijatuhkan sanksi cukup berat oleh PBB, Korut, pada Jumat (15/9), kembali meluncurkan rudal balistik antarbenua miliknya. Sanksi terbaru PBB untuk Korut antara lain memangkas suplai impor minyak, menghentikan seluruh kerja sama dengan pekerja Korut di luar negeri, dan melarang ekspor tekstil dari Pyongyang.

banner 1280x904

Amerika Serikat meminta kepada seluruh negara dunia agar mencari solusi menghentikan isu nuklir yang diperankan oleh Korut ini. Opsi terakhir yang dilakukan Amerika apabila Korut tidak menghentikan nuklirnya, HR McMaster Penasihat Keamanan Nasional mengatakan yakni dengan menggunakan opsi  militer.

Baca juga  5 Fakta Mengejutkan Seputar Kim Jong-un Menurut Kalangan Dekatnya

Baca juga: Dinilai Sarang Kejahatan, Korut Ancam Akan Lenyapkan AS dari Muka Bumi

“Sekarang bukan itu (opsi militer) yang lebih suka kita lakukan. Jadi yang harus kita lakukan adalah memanggil semua negara untuk melakukan semua yang kita bisa untuk mengatasi masalah global ini (nuklir dan rudal Korut), tidak ada perang,” kata McMaster, seperti dilaporkan laman the Guardian, Sabtu (16/9).

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, dunia perlu memperhatikan isu nuklir Korut ini, sebab pemimpin Korut tak pernah mengindahkan sanksi dari PBB. “Jadi kami mencoba untuk mendorong sebanyak mungkin opsi diplomatik yang bisa kami lakukan,” ujar Haley.

Baca juga: Senjata Nuklirnya Diejek Trump, Korut Ancam Serang AS Pakai Rudal Balistik

Baca juga  Atlet Korut dan Korsel akan Pawai Satu Bendera Saat Asian Games di Jakarta

Seperti yang diberitakan di media Jepang, rudal balistik yang diluncurkan Korut pada Jum’at kemarin (15/9) pagi waktu setempat, melintasi Jepang dan jatuh di laut lepas Hokkaido. Berdasarkan pemantauan militer Korsel rudal tersebut ditembakan Korut dari Sunan, sebuah distrik di dekat Bandara Internasional Pyongyang. Rudal mencapai ketinggian 770 kilometer dan menempuh jarak 3.700 kilometer.

Dengan ketinggian dan jarak tempuh yang berhasil dicapai rudal ini, pangkalan dan basis militer AS di Pasifik, yakni Guam, telah berada dalam jangkauan rudal Korut. Sebab jarak antara Pyongyang dan Guam hanya sekitar 3.400 kilometer. Guam merupakan target yang sempat hendak diserang Pyongyang namun ditunda eksekusinya oleh Kim Jong-un. (re/si)

Komentar